Kamis, 18 Oktober 2018

SEMANGAT KOPTU SIGIT



  
Kamis 18 Oktober 2018 pukul 10.00 Wib,  di sebuah lokasi di Ds. Sukorejo sedang berlangsung giat pembangunan embung dalam rangka TMMD Reg ke 103 Kodim 0725/Srg.  Di antara banyak masyarakat dan TNI yang bekerja salah satunya terlihat seorang anggota TNI yang sedang mengangkat bongkahan batu yang akan di gunakan untuk membangun pondasi embung.  Dialah Koptu Sigit anggota satgas TMMD Reg ke 103 Dim Sragen. 

Koptu Sigit adalah Sosok anggota TNI yang di kenal supel dalam berkomunikasi dengan warga masyarakat setempat.  Namun di balik keramahan dan kesupelanya tersebut Koptu Sigit juga di kenal sebagai sosok prajurit yang pantang menyerah dalam menjalankan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya. 
Dia menuturkan " Kalau sebuah pekerjaan di rasakan berat maka akan terasa berat namun kalau sebuah pekerjaan di rasakan ringan maka akan terasa ringan untuk di kerjakan". 

Menurut Koptu Sigit,  program pembangunan embung ini adalah sebuah kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.  Selain sebagai wadah untuk penampungan air di wilayah tersebut,  manfaat dari pembangunan embung ini juga bisa di jadikan kolam untuk budidaya jenis ikan dan budidaya lainnya.  

Banyak warga menyambut senang dan gembira akan adanya pembangunan embung tersebut. Sasaran fisik program TMMD ini sangat di nantikan kehadiranya oleh masyarakat setempat karena seperti yang di rasakan saat ini, ketika musim kemarau datang ketersediaan air sangat lah di rasa penting bagi masyarakat setempat. 

Hal ini dapat di jadikan pedoman dan tujuan utama dalam mengatasi kesulitan rakyat yang tercantum dalam 8 ( delapan) wajib TNI yang selalu terpatri dan tertanam dalam setiap sanubari para prajurit TNI.




KODIM SRAGEN DATANGKAN DISNAKKAN BERI PENYULUHAN CARA BETERNAK YANG BAIK




Sragen, 18 Oktober 2018 pukul 09.00 wib Drh Suprapto dr dinas peternakan kab sragen memberikan penyuluhan kesehatan hewan. Bertempat di balaidesa sambi kec sambirejo kab sragen. Kegiatan penyuluhan dihadiri kepala desa Sambi Bpk Ngadimin, Danramil 06/Gondang kapten inf Warisman, Babinsa desa Sambi serma Heri beserta warga desa sambi yang hadir 70 orang. Kegiatan tersebut adalah bagian dari TMMD reg 103 sasaran non fisik.

Menurut Drh suprapto cara pemeliharaan hewan khusus sapi dimulai dari bibit sapi, kandang yang bersih, pakan yang memenuhi kebutuhan sapi itu sendiri. Drh suprapto juga memberikan kesempatan kepada warga untuk bertanya tentang permasalahan yang dihadapi terkait dengan pemeliharaan sapi. "Sopo seng arek takon ayo silahkan angkat tangan". Kata Suprapto. 

Pak sugiman salah satu warga desa sambi menayakan sapinya melahirkan tapi sungsang atau terbalik posisinya dan akhirnya tetap dibantu sendiri oleh bpk sugiman dengan cara dipaksa keluar. Tapi akhirnya anak sapi mati, Sugiman bingung gimana caranya mengatasi hal tersebut karena tidak mungkin di Caesar. Dijawab oleh Suprapto bahwa cara mengatasi seperti masalah pak sugiman itu harus panggil dokter hewan yang sudah pengalaman supaya ditangani. 

Dia juga menambahkan untuk pemeliharaan sapi tidak cukup hanya memberikan makan sapi asal kenyang. Tetapi harus diberikan tambahan makan sapi seperti rumput supaya indukan sapi mudah untuk reproduksi, dan pemberian sentrat untuk penggemukan sapi.

Dan pemilihan bibit yang bagus ada lemosin ada anges untuk angus tulisanya angus ya pak." Seng angus sing piye ? Mestine yo sing ireng tuturnya. brahma.,simental masih banyak yang lain. Pemilihan bibit sapi ini akan mengarah cara perawatan masing masing, ada sapi yamg suka makan rumput aja dan gak mau makan jerami. 

Jadi bapak harus pinter pinter memilih bibit sapi sesuai daerahnya.khusus sapi betina ada tambahan makan teral untuk menambah mineral yang akan memacu birahi atau minta kawin. Bagi warga juga harus tau ciri ciri sapi betina minta kawin yaitu kadar hormon estrogen cukup tinggi dan senantiasa aktif atau jarang istirahat dan bengak bengok mooouhh....



TERNYATA BAPAK TNI TIDAK GALAK


   
Sragen TMMD yang digelar di desa sukorejo kec sambirejo oleh bupati sragen senin 15 oktober 2018 lalu membuat warga tdk takut lg sm TNI keakrapan warga dngn TNI dlm pelaksanaan TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) ddesa mrk sungguh membuat hati warga senang. Mereka tidak takut lagi bercanda dan bertegur sapa dngn anggota TNI.

Sutarno 55 thn yg tinggal ddukuh gempol Rt 02 mengaku dulunya takut sama TNI. jangankan bercanda pak... berbicara saja takut tuturnya...
Ketakutan sutarno bukanya tdk beralasan desa mereka yg terletak di sebelah barat sukorejo ini letaknya dbawah pegunungan sepi dan jarang dilewati.

Sutarno mengaku jika dirinya senang dengan program TMMD membuat jalan antara dukuh segagan Rt 15 dan gempol Rt 02 tembus sukorejo aktifitas semakin mudah disamping itu sutarno merasa senang dan bangga mengenal dan bercanda dngn bapak bapak TNI yang gagah penuh semangat merakyat jujur dan tidak pernah mengeluh sedikitpun,ujarnya.




WALAU PANAS DAN TERIK. PANTANG SURUT SEMANGAT WARGA DAN SATGAS DALAM PENGERJAAN PROYEK TMMD


   
Kamis, 18 Okt 2018 pukul 13.00 wib di Dsn. Sukorejo, Kec.  Sambirejo terlihat masyarakat dan TNI sedang bekerja membangun cor jalan. Kegiatan yang merupakan sasaran fisik yang di jadikan sebagai tujuan dari kegiatan TMMD Reg ke 103 di kodim 0725/Sragen. 

Siang itu, terik matahari sangat menyengat di rasakan,  namun bagi masyarakat dan satgas TMMD yang bekerja saat itu, cuaca dan terik matahari bukan menjadikan halangan untuk terus bekerja membuat jalan tembus antara Ds. Segagan menuju Ds. Sukorejo. Memang sesekali rasa lelah dan ingin berhenti sejenak dalam bekerja adalah perasaan manusiawi. Namun, ketika mereka ingin berhenti sejenak mereka segera ingat bahwa ini adalah kegiatan yang mulia yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah tersebut. 

Menurut penuturan salah seorang anggota TNI An. Pelda ketut Kariana "Meskipun cuaca sangat panas Namun saya melihat kinerja dan semangat TNI serta warga masyarakat tetap terjaga. Terlihat gurauan gurauan kecil untuk membangkitkan kembali semangat dalam bekerja"

Pelda ketut juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu mensinergikan hubungan baik antara masyarakat dan TNI karena dengan di bangunya jalan cor tersebut akan menjadi wadah manunggalnya TNI dengan rakyat. Sisi lain ketika pengerjaan jalan tersebut sudah selesai maka masyarakat akan selalu mengingat dan mengenang bahwa jalan tersebut adalah jalan yang di bangun dan di kerjakan oleh masyarakat setempat dan TNI melalui program TMMD Reg ke 103 tahun 2018.




DESA SUKOREJO KECAMATAN SAMBIREJO BERUBAH MENJADI TERMINAL ANGKONG


  

Kamis 18 Oktober 2018 ,Dengan semangat membara anggota TNI bersama masyarakat Ds. Sukorejo ,Kec.Sambirejo Kab.Sragen yang tergabung dalam Satgas TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Sragen tidak di ragukan lagi kekompakan,kebersamaan dan keseriusan mereka dalam mewujudkan terhubungnya jalan antara Dusun Segagan RT 07 dengan Dukuh Pondok Desa Sukorejo jelas terlihat dengan nyata  lihat saja seluruh anggota Satgas TMMD reg 103  Kodim 0725/Sragen dan masarakat saling bahu membahu dengan kompaknya mengangkut bahan material dengan angkong - angkongnya guna terwujudnya jalan penghubung yang sudah lama warga masarakat impikan sejak lama.

Salah satunya pak Tugiono 57 tahun warga Dukuh  Pondok Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo tidak menyangka dan menduga dari sekian banyak rumah yang di tempati anggota Satgas TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Sragen adalah salah satunya rumah bapak Tugiyono dan keluarga kata beliau sangat senang sekali tadinya rumahnya sepi sekarang menjadi ramai bahkan beliau suka rela memberikan makanan sekedarnya kepada anggota Satgas yang berada di rumahnya.

Bapak Tugiyono dan warga  Dk. Pondok Desa Sukorejo mengatakan sangat bangga dan senang melihat kerja antara TNI dan masyarakat bisa kompak dan bergotong - royong dalam membangun jalan yg ada di Desa mereka, dengan menggunakan angkong  para Satgas TMMD bersama - sama warga silih berganti membawa bahan material kelokasi tempat pengecoran jalan ada yang membawa Pasir,batu krikil,semen setelah sampai di tempat angkong-angkong tersebut tetap Stanbay ditempat mengantri seperti antrian Bus di terminal menunggu penumpang selanjutnya angkong - angkong tersebut membawa bahan yang sudah di siapkan oleh anggota Satgas TMMD bersama masyarakat ke tempat lokasi jalan yang akan di cor,walaupun terik matahari yang sangat menyengat dan keringat bercucuran membasahi badan tidak mengurangi semangat para anggota TNI yang tergabung Satgas TMMD reg 103 Kodim 0725/Sragen bersama warga tetap semangat demi lancarnya Perekonomia ke dua Dukuh di Kecamatan Sambirejo.




DANSATGAS TMMD PANTAU KEGIATAN 24 JAM


  

Rabu, 17 Oktober 2018, jam menunjukkan pukul 16.15 wib Dansatsatgas TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Srg Letkol Kav Luluk Setyanto,M.P.M masih berada di lokasi TMMD desa Sukorejo. Meskipun dari pagi Dandim melaksanakan Apel 3 pilar yang dihadiri Pangdam dan Kapolda namun tanpa rasa capek Dansatgas langsung berangkat lagi menuju Sambirejo. 

Kedatangan Dansatgas tersebut adalah untuk memastikan bahwa kegiatan TMMD berjalan lancar dan tidak ada kendala. Dalam meninjau lokasi Dansatgas Didampingi oleh Perwira Siaga Kapten Cpm Sayana, Pasiter Lettu Inf Suhardi, Babinsa desa Sukorejo Pelda Ketut dan Bati Bhakti TNI Serka Joko Toto. Dansatgas juga mengunjungi rumah rumah warga dengan berjalan kaki. 

Selain itu Dansatgas juga mengunjungi beberapa rumah yang menjadi induk semang atau tempat tidur anggota satgas TMMD yang terdiri dari anggota Yonkav-2, Armed 3-105T, Zipur 4 Ambarawa dan Anggota TNI AU dr Lanud Adi Sumarmo. Dalam pengarahannya kepada anggota Satgas Dansatgas memberikan semangat dan dukungan moril. 

"Saya selaku Dansatgas TMMD 24 jam seluruh kegiatan saya pantau, saya harus pastikan semua kegiatan berjalan lancar aman dan tidak ada kendala, karena seluruh kegiatan TMMD adalah tanggungjawab saya" tegas Dansatgas.




SATGAS TMMD REGULER KE 103 TH 2018 DIM 0725/SRG BERSAMA WARGA KEBUT PENGERJAAN EMBUNG DI SUKOREJO


  

RABU,17 OKT 2018,PKL 13.30 WIB sukorejo,Pendim 0725/srg TMMD reg ke 103 th 2018 yg diadakan oleh dim 0725/srg telah memasuki hari k 3 dalam pengerjaannya semenjak dibukanya program tsb oleh Bupati Srg Dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati pada hari senin,15 okt 2018.

TMMD kali ini mempunyai sasaran fisik yang cukup besar yaitu pengerjaan embung sepanjang 50 m x 30 m x 4 m. sedang waktu yg tersedia hanya ± 30 hari. Oleh sebab itu Letkol Kav Luluk Setyanto M.P.M perintahkan tim satgas tmmd agar langsung tancap gas dalam pengerjaannya."Kami selaku prajurit siap membantu warga dalam pembangunan embung ini karena embung ini memang dibutuhkan oleh warga sebagai sarana saluran pengairan sawah warga desa sukorejo"ujar Koptu imam anggota yon armed 4/Nagapaksa yang tergabung didalam tim satgas dim 0725/srg.

begitu pula menurut Bp.Yudi (36) warga sukorejo mengatakan pembangunan embung ini telah mencapai ± 40% yang insya Allah dg pengerjaan bergotongroyong trs menerus dan ketersedian bahan dan alat yg memadai embung ini akan selesai kurang dari 30 hari.beliau jga mengatakan tidak masalah bahkan senang harus mengerjakan embung ini dri pagi sampai sore dan berpanas ria demi terselesaikannya embung ini.karena embung ini disamping digunakan untuk pengairan sawah warga jg akan dijadikan t4 wisata ds sukorejo.




<CENTER>SEMANGAT KOPTU SIGIT</CENTER>

    Kamis 18 Oktober 2018 pukul 10.00 Wib,  di sebuah lokasi di Ds. Sukorejo sedang berlangsung giat pembangunan embung dalam rangka T...