Jumat, 14 Desember 2018

RAKOOR PAM PEMILU TAHUN 2019

                           
  
Pada tanggal 14 Desember 2018 pukul 09.00 - 10.40 Wib di Aula KPU Sragen telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Pengamanan Tahapan Pemilu DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab/Kota, Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2019, sebagai penanggungjawab kegiatan Minarso, S.Pd, M.Pd (Ketua KPU Sragen) diikuti sekitar 20 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen), AKBP Yimmy Kurniawan, SIK, MIK (Kapolres Sragen), Minarso, S.Pd, M.Pd (Ketua KPU Sragen), Kapten CPM Eko Haryanto (Dansub Denpom IV/4-1 Sragen), Suwarsono, S.Pd (Komisioner Divisi Hukum KPU Sragen), Dwi Budhi Prasetya, S.Fil.I (Ketua Bawaslu Sragen), Lettu Inf Rony Sugiono (Pasipers Yonif Raider 408/Sbh), Cosmas Edwi Yunanto, S.Sos (Sekretaris KPU Sragen), Perwakilan Stakholder (Koramil, Polsek, Kesbang, Disbub dan Satpol PP Sragen).

Minarso, S.Pd, M.Pd (Ketua KPU Sragen) menyampaikan bahwa sebuah Pesta Demokrasi adalah sebuah hal yang biasa, namun pada Pemilu tahun 2019 akan sangat luar biasa, karena akan dilaksanakan 5 pemilihan secara serentak, maka dari itu tantangan kedepan merupkan hal yang luar biasa bagi penyelenggara Pemilu dalam hal ini adalah KPU. Kontestan Pemilu tahun 2019 di Sragen ada 457 Caleg yang terdiri dari 6 Daerah Pemilihan, dan ada 1 Caleg yang tidak bisa mengikuti karena meninggal dunia alm. Sutrisna (Fraksi PDIP). Untuk masalah pengadaan Logistik Pemilu tahun 2019 terbagi menjadi 3 tahap, yaitu KPU RI, Provinsi dan Kabupaten dan akan dibagi pada 2 tahun, yaitu 2018 dan 2019.

Pada Pemilu tahun 2019 di tiap-tiap TPS akan dipasang banyak saksi dengan menggunakan tanda pengenal dan rencana akan ditambah saksi dari BPD. Dalam pemilu tahun 2019 akan memilih 5 Surat Suara dan juga harus dimasukan di 5 Kotak Suara, sehingga nantinya Kotak Suara akan diberikan tanda stiker agar tidak salah dalam memasukan Surat Suara. Mengingat KPU Sragen tidak mempunyai gudang, sehingga dalam Pemilu pasti akan menyewa gudang, dan karena dalam Pemilu tahun 2019 ada 5 kali lipat Logistik, maka KPU Sragen diberikan arahan oleh Bupati Sragen supaya ditaruh di PD PAL yang jaraknya sekitar 2 KM dari Kantor KPU Sragen. Pemilu yang sudah berlangsung bahwa Surat Suara menginap di Kecamatan hanya satu malam, kemudian siangnya langsung diantar ke tiap-tiap TPS, namun karena dalam Pemilu tahun 2019 logistik ada 5 kali lipat, maka 7 hari sebelum pelaksanaan Pemilihan KPU akan mendistribukan Surat Suara, sehingga Surat Suara akan ada yang menginap dari 4 sampai 5 hari.

Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen) mengungkapkan  Jika memang penghitungan suara Pemilu tahun 2019 akan dilaksanakan di PPK pasti akan memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga disarankan supaya dalam penghitungan suara lebih dipercepat untuk mengurangi kerawanan. Terkait dengan banyaknya jumlah TPS pasti personel pengamanan tidak akan mencukupi, sehingga mulai dari sekarang perlu dihitung kembali jumlah pengamanan yang diperlukan pada Pemilu tahun 2019. Terkait dengan pengamanan disarankan agar KPU menyiapkan akomodasi yang memadahi, sehingga dalam pelaksanaan tugas pengamanan Pemilu dapat terasa nyaman. Dengan lamanya Surat Suara yang akan menginap di Kecamatan, sehingga hal tersebut juga memerlukan kewaspadaan dan dilakukan pengamanan.





DIGUYUR HUJAN DERAS, MASJID DAN PONPES DI NGRAMPAL NYARIS AMBROL. KORAMIL DAN WARGA GOTONG-ROYONG MEMPERBAIKI


  
Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir membuat sejumlah tempat ibadah di wilayah Ngrampal, Sragen mengalami longsor dan nyaris ambrol. Pihak Muspika dan Koramil setempat pun tergerak menggelar kerjabakti untuk melakukan perbaikan.

Salah satunya terlihat Kamis (22/11/2018). Sejumlah anggota Koramil 07/Ngrampal, Polsek, ASN, remaja masjid dan tokoh masyarakat di Dukuh Gandrung, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal ramai-ramai memperbaiki masjid dan sebuah pondok pesantren (Ponpes) setempat yang rusak. Kerusakan ini terjadi lantaran tergerus air dan kondisi tanah yang labil akibat diguyur hujan beberapa hari terakhir.

“Memang hari ini tadi kita kerahkan anggota Koramil, Polri, ASN dan warga untuk gotong-royong dan kerja bakti untuk renovasi masjid dan pondok pesantren di Desa Klandungan ini,” kata Danramil 07/Ngrampal, Kapten Inf P Yudo Triwidodo, Kamis (22/11/2018).
Yudo menyampaikan, curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari ini menyebabkan pondasi Masjid Jami’atul Muslim ambrol lantaran tergerus air. Kondisi hampir sama juga menimpa Ponpes Fathul Falah Desa Klandungan.

Sebelum aksi kerja bakti ini dilakukan, pihaknya terlebih dahulu menggelar musyawarah dengan tokoh masyarakat bersama dengan takmir masjid, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pihak Ponpes. Musyawarah ini kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Muspika Ngrampal untuk bersama-sama melaksanakan gotong-royong.“Adapun pekerjaan yang dikerjakan antara lain pembutan cor pondasi sisi barat masjid yang ambrol serta menurunkan genteng dapur pondok pesantren yang kondisi bangunanya hampir roboh.





BAKTI SOSIAL PEMBERIAN SEMBAKO DAN CEK KESEHATAN GRATIS




Jumat, 14 Desember 2018, Pkl 09.00 -10.00 WIB, telah dilaksanakan Kegiatan bakti sosial pemberian sembako dan cek kesehatan gratis dari ad hoc gereja katholik st perawan maria di fatima sragen dalam rangka menyambut natal th 2018 dan tahun baru 2019 yg bertempat di balai desa jetis, kec.sambirejo.

Hadir dalam kegiatan tsb Muspika dan yang mewakili Nugroho Dwi Wibowo. SSTP 
( Camat ), Serka Sularwiyono ( Babinsa ), Bripka Agus Winarno ( Bhabinkamtibmas ) Bp.Priyono ( Kepala Desa ), Bp. E. Sugiarto ( Ketua Panitia ) beserta 20 Personil serta undangan dan Warga Masyarakat lk 200 orang.

Bp.Priyono ( Lurah ) mengucapkan Puji Syukur kehadirat Allah YME Atas semua Nikmat terutama Nikmat Sehat yg kita terima selama ini terbukti di pagi hari ini kita bisa hadir dalam giat bhakti sosial ini. “ Saya atas nama pribadi dan pemerintah Desa Jetis mohon maaf yang sebesar – besarnyanya apabila ada kurangnya saya dalam menyambut kedatangan saudara semuanya, Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua panitia bahwa untuk tahun ini Desa kami yang ditunjuk untuk menerima bhakti sosial, “ tegas Priyono. Semoga semua dapat berguna dan bermanfaat untuk warga kami. dan dapat ganti yang lebih banyak.

Panitia Oleh Pastur Romo.M.Sapto Margono beliau atas nama panitia banyak mengucapkan terima kasih sdh di perkenankan masuk dan mengadakan bhakti sosial di Desa Jetis ini.  Apabila dalam memberikan.paket sembako ada kurangnya dan masih sedikit isinya maka saya mohon maaf dan semoga paket sembako yg kami berikan nanti semoga berkah kagem panjenengan sedoyo. Kegiatan ini dilaksanakan dlm rangka menyambut natal 2018 dan tahun baru 2019.

Camat menambahkan bahwa pemerintah kecamatan ngaturaken agenging matur suwun bilih sdh di laksanakan bhakti sosial berupa pemberian paket sembako kepada warga Desa Jetis Ini. Semoga semua bisa bermanfaat bagi kita semua dan khususnya bagi warga yg menerima bantuan paket sembako ini. untuk pembangunan jembatan kembang sejeruk sebetulnya sudah sampai di kabupaten, Camat  mohon maaf sampai saat ini belum terealisasi, dan akan terus berusaha dan mengusahakan agar pembangunan cepat dilaksanakan Pembangunan.








RAKOOR ADD DESA PILANGSARI


  
Kamis, 13 Desember 2018 pukul 09.00 sd selesai Serda Sujono Babinsa Pilangsari menghadiri kegiatan rapat penjelasan ,penggunaan dan Pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018 Desa Pilangsari Kec Ngrampal bertempat di Balai desa Pilangsari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala desa Pilangsari  ibu Sri Endah Widyastuti , SE, Sekertaris desa Pilangsari  Bp Anjar Sulistyo, Kaur Keuangan desa Pilangsari Bp Budiono, Ketua tim TPK desa Pilangsari Bp Parmin, Babinsa Ds Pilangsari Serda Sujono, Babinkamtibmas Ds Pilangsari Bripka wagino, Seluruh Bayan Ds Pilangsari serta Seluruh ketua Rt se Desa Pilangsari.

Dalam sambutannya  Kepala Desa Pilangsari Ibu sri Endah Widyastuti , SE mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir pada rapat hari ini semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar. Acara ini diselanggarakan bertujuan untuk transparansi penggunaan dan pemanfaatan dana desa Pilangsari Th 2018. Kami berpesan dan berharap kepada tim TPK agar dana yang ada dapat disalurkan sesuai dengan RAP yang sudah disepakati. Kepada semua pihak agar bersinergi untuk mengawasi dan mengawal penggunaan dana desa agar tidak terjadi penyimpangan.




SOSIALISASI RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN GONDANG




Kamis, 13 Desember 2018 pukul 10.55 s/d 12.40 bertempat di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen telah dilaksanakan Sosialisasi Rencana Tindak Darurat Bendungan Gondang, sebagai penanggungjawab kegiatan Ir. Budhi Sucahyono, M.Si (Kepala Bagian Pengurus Sungai Bengawan Solo) diikuti sekitar 100 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Poerwito BP (Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah), Eko Yulianto (Kepala Dinas PU Provinsi Jawa Tengah), Drs. H Juliatmono, MM (Bupati Karanganyar), Letkol Inf Muhammad Ibrahim Muchtar Maksum (Dandim 0727/ Karanganyar), Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen), AKBP Yimmy Kurniawan, SIk, MIK (Kapolres Sragen), Kompol Dyah Wuryaning Hapsari, SH (Wakapolres Karanganyar), Dedy Edriyatno, SE (Wakil Bupati Sragen), Ir. Budhi Sucahyono, M.Si (Kepala Bagian Pengurus Sungai Bengawan Solo), Perwakilan Kepala Dinas terkait di Kabupaten Karanganyar dan Sragen, Perwakilan Danramil dan Kapolsek jajaran Wilayah Kabupaten Karanganyar dan Sragen, Perwakilan Kepada Desa dan perangkat Desa di Wilayah Kabupaten Karanganyar dan Sragen.

Dalam sambutannya  Ir. Budhi Sucahyono, M.Si (Kepala Bagian Balai Pembangunan Daerah Sungai Bengawan Solo) meng Bendungan Gondang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016, dimana saat ini Progres pelaksanaannya sudah mencapai 96 %. Direncanakan Waduk Gondang akan diisi pertengahan April tahun 2019 pada saat musin kemarau. Dalam acara Sosialisasi ini bertujuan supaya apabila terjadi kegagalan dalam bendungan maka ada beberapa daerah yang perlu diwaspadai dalam rangka Tindak Darurat. Dengan kapasitas penampungan air yang banyak pasti akan berpengaruh pada bangunan bendungan, sehingga daerah-daerah yang perlu diwaspadai akan disosialisasikan dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan di daerah.

Dedy Edriyatno, SE (Wakil Bupati Sragen), Bahwa Bendungan Gondang akan diresmikan sebelum pelaksanaan Pilpres tahun 2019, yang mana bendungan itu juga memerlukan antisipasi dari semuanya apabila memang nantinya Bendungan tersebut gagal, karena pasti dampaknya akan menjasi besar khususnya pada masyarakat. Dengan mengucap Bismillah Waki Bupati Sragen selaku tuan rumah dalam acara telah membuka Sosialisasi Rencana Tindak Darurat Bendungan Gondang yang lokasinya berada diantara Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen.

Inti Sosialisasi yang di sampaikan oleh Ibu Wiryanti Indah Palupi,ST( Konsultan PT. Multi Merah Harapan Jakarta) : Rencana Tindak Darurat (RTD) adalah suatu panduan yang memberikan petunjuk tindakan darurat yang harus dilaksanakan dalam wilayah rawan terhadap bahaya akibat jika ada keruntuhan bendungan dan atau terjadinya keluaran air dari bendungan yang melebihi kapasitas tampung sungai di hilirnya. Keadaan Darurat adalah suatu keadaan yang diperkirakan mempengaruhi keamanan bendungan dan terjadinya keluaran air dari bendungan yang melebihi kapasitas tampung sungai, sehingga diperlukan tindak darurat guna melindungi manusia dan harta benda dibagian hilir bendungan.  Maksud pembuatan Rencana Tindak Darurat adalah untuk menyiapkan panduan / petuniuk bagi petugas Pengelola Bendungan dan Instansi Terkait untuk mengambil tindakan jika terjadi kondisi darurat bendungan. Tujuannya adaIah memberi petuniuk yang sistematis, untuk mengenali problem-problem yang mengancam keamanan bendungan, mempercepat respon yang efektif untuk mencegah terjadinya kerumuhan bendungan.

Mempersiapkan upaya-upaya untuk memperkecil risiko jatuhnya korban jiwa dan mengurangi kerusakan property, bila terjadi keruntuhan bendungan. Saran supaya mengamankan bendungan Gondang agar tidak terjadi kegagalan struktur bendungan dengan meminimalkan kerugian jiwa dan harta benda penduduk yang bermukim pada daeruh yang berpotensi terkena resiko akibat kegagalan bendungan. Keadaan Darurat pada Bendungan dan Hal-hal yang perlu diwaspadai adalah Bujan badai, Gempa bumi, Puting beliung dan Sabotase.  Penyebab Kegagalan Bendungan dan Kegagalan rembesan bisa terjadi karena Longsoran pada tubuh bendungan atau fondasi dan Kegagalan struktural, serta Kegagalan karena peluapan (overtopping). Upaya meminimalkan kemungkinan kondisi darurat adalah dengan melakukan pemantauan keamanan bendungan dengan alat pemantau keamanan bendungan, meliputi Peralatan hidrologi dan klimatologi, serta Peralatan pemantau gerakan / pergeseran tubuh bendungan Pemantau rembesan / bocoran.

Secara umum Rencana Tindak Darurat meliputi dua kegiatan yaitu pengamanan terhdap bendungan dibawah tanggunghawab pengelola Bendungan dan pengamanan terhadap masyarakat di Hilir bendungan, dibawah tanggungjawab pemerintah daerah. Tugas dan Tanggungjawab Kepala Pengelola Bendungan dalam kondisi Darurat yaitu Memimpin langsung pelaksanaan operasi, pemeliharaan dan pemantauan Bendungan pada keadaan darurat dan Mengundang/menugaskan Ahli Bendungan untuk membantu melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap problem keamanan Bendungan yang muncul. Menetapkan status kondisi darurat Bendungan dan dimulainya pelaksanaan RTD Bendungan berdasarkan Iaporan pemeriksaan dan evaluasi dari Kepala Unit Pengelolaan Bendungan dan Ahli Bendungan dan menetabkan perubahan status kondisi Bendungan dengan mempertimbangkan Iaporan pemeriksaan dan evaluasi dari Kepala Unit PengeIoIa Bendungan dan Ahli Bendungan. Memberi pengarahan tindakan tindakan tertent, seperti pembukaan dan penutupan pintu intake, perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi, dan tindakan Iain yang diperlukand dan Penetapan area terbatas pada Bendungan saat keadaan darurat.

Desa terdampak Banjir meliputi  5 Desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar dan 26 Desa di 5 Kecamatan di Kabupaten Sragen, sedangkan Jumlah penduduk terkena resiko sebanyak 27.600 jiwa tersebar di wilayah terdampak. Waktu datang banjir tercepat di Dusun Sudangan Desa Gempolan Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar yaitu 25 menit, dengan kedalaman banjir 2 -3 m di pemukiman, sedangkan pada badan sungai kedalaman banjir mencapai 6 m. Waktu datang banjir pada titik terjauh yaitu di desa Tangkil Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen adalah 15 jam dengan kedalaman banjir 0 1 m.  Waktu surut rata-rata di bagian hulu adalah 15 jam. Sedangkan waktu surut rata-rata di Hilir  adalah 25 jam, terhitung sejak kejadian dampak.
Tugas dan tanggungjawab penyelamatan di Hilir Pemerintah Daerah meliputi Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi mengendalikan kegiatan pembinaan pembangunan daerah. BPBD mengkoordinir kegiatan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsian. Penyiapan lokasi dan jalur pengungsian. Dinas Kesehatan melakukan pelayanan kesehatan dan medik termasuk obat-obatan dan para medis. Dinas Sosial, melakukan pelayanan kebutuhan pangan, sandang. Dan kebutuhan dasar Iainnya untuk para pengungsi.  Dinas Pekerjaan Umum atau SDA, melakukan pemulihan pemulihan sarana dan prasarana. 

Dinas Perhubungan melakukan pelayanan dan kebutuhan transportasi dan pengaturan jalur transportasi. Dinas Komunikasi dan Informasi melakukan pelayanan komunikasi dan informatika. Camat bersama Lurah, mengkoordinir masyarakat di wilayah masing-masing ke tempat yang aman.  BMKG melakukan pelayanan diteksi dini dan informasi cuaca/meteorologi. TNI/POLRI membantu dalam kegiatan SAR, dan pengamanan saat darurat termasuk mengamankan lokasi yang ditingggalkan karena penghuninya mengungsi. Lembaga Non-Pemerintah seperti : PMI, SAR, ORARIIRAPI, TAGANA, memiliki fleksibilitas dan kemampuan yang memadai dalam upaya penanggulangan bencana.

Keadaan darurat pada bendungan dinyatakan berakhir, jika bendungan dan bangunan penunjangnya sudah dilakukan perbaikan seperlunya, tidak ada lagi gejala bahwa air waduk akan berusaha keluar dalam jumlah yang cukup membahayakan, dan keadaan keseluruhan bendungan telah dinyatakan cukup aman oleh Balai Bendungan. Apabila bendungan sudah dinyatakan aman, maka Pengelola Bendungan dalam hal ini BBWS Bengawan Solo harus memberitahu ke Gubernur Jawa Tengah / BPBD Jawa Tengah, bahwa bendungan telah berada dalam kondisi aman.




Kamis, 13 Desember 2018

PERKENALAN IBU KETUA PERSIT KCK CAB. XLVI KODIM SRAGEN




Kamis, 13 Desember 2018. Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLVI  Kodim 0725/Sragen yang diketuai oleh Ny. Catur Luluk Setyanto menggelar pertemuan rutin di aula Makodim.

Selain sebagai kegiatan rutin bulanan, acara ini juga merupakan ajang perkenalan Ibu Ketua kepada seluruh Anggota Persit Kodim 0725/Sragen guna untuk lebih saling mengenal. Selain itu juga pertemuan anggota ini merupakansarana komunikasi antara Ibu Ketua Persit dengan anggota Persit untuk menyampaikan kebijakan, arahan dan informasi yang bersifat umum maupun khusus terhadaporganisasi Persit serta sarana untuk memperkenalkan diri khususnya bagi anggotaPersit yang baru.

Ny. Catur Luluk Setyanto  menambahkan agar persit Kodim 0725/Sragen  agar pada saat diluar apabila bertemu dengan Ketua agar tidak canggung untuk menegur terutama pada saat di pasar belanja tolong saya ditegur karena saya tidak hafal seluruh Anggota Kodim, gurau Ny. Catur.

Kedepan untuk seksi organisasi agar direncanakan bulan januari 2019 dijadwalkan untuk berkunjung ke ranting – ranting yang ada di jajaran Kodim 0725/Sragen. Untuk seragam persit semua ada aturannya termasuk pertemuan sesuai petunjuk dan pelaksanaan / Juklak termasuk atribut dari mulai kepala sampai dengan ujung kaki  ( seragam, baju, jilbab termasuk baju PSK cara menjahitnya pun ada aturannya serta untuk seksi kebudayaan agar melaksanakan senam setiap hari Jum’at akan tetapi kegiatan tsb tidak wajib tidak ada paksaan, tegas Ny. Catur.







APEL DANRAMIL DAN BABINSA TERSEBAR TW-IV TA. 2018 KODIM 0725/SRAGEN


  
Rabu, 12 Desember 2018 pukul 07.00 s.d 14.30 di Gedung Atraksi Edukasi (Joglo) Museum Sangiran Kec. Kalijambe Kab. Sragen telah dilaksanakan kegiatan Apel Danramil dan Babinsa Tersebar TW-IV TA. 2018 Kodim 0725/Sragen "Profesionalisme Danramil dan Babinsa untuk rakyat" serta dihadiri kurang lebih 200 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Minarso, S.Pd, M.Pd (Ketua KPU Sragen), Bpk. Supriyanto (Kasi Ketahanan Pangan Kab. Sragen), Bpk. Untung Darminto (Kasi BPBD Kab. Sragen), Para Danramil jajaran Kodim 0725/Sragen, Para Perwira Staf Kodim 0725/Sragen, Ipda Totok Sudarto, SH (Kanit Polmas Polres Sragen), Bpk. Dody Wiranto (dari Staf Sangiran) serta Para Babinsa jajaran Kodim 0725/Sragen.

Pukul 07.00 dilaksanakan apel pagi yang dipimpin oleh Lettu Inf Suhardi (Pasiter Kodim 0725/Srg)  dan diikuti 159 Babinsa. Pukul 08.30 pembukaan apel oleh Kapten Inf Warisman (Danramil 6/Gondang) mewakili Dandim 0725/Sragen.

Dalam sambutannya Kapten Inf Warisman (Danramil 6/Gondang) mewakili Dandim 0725/Sragen mengucapkan alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT karena pada pagi ini kita bersama-sama  bisa melaksanakan apel Danramil dan Babinsa Tersebar TW-IV TA. 2018, kemudian kami mewakili Dandim 0725/Sragen mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Sangiran yang sudah menyiapkan tempat untuk apel bersama dan permohonan maaf karena bapak Dandim tidak bisa hadir karena ada kegiatan di Kodam IV/Dip. Kegiatan ini sangat penting karena khusus para Babinsa akhir-akhir ini menjadi sorotan, Babinsa sebagai pendamping para petani dan  Babinsa menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat, kemudian harapan kita agar para Babinsa bisa mengikuti hingga kegiatan ini seleksi.  Terakhir pesan Dandim 0725/Sragen pertama ; Babinsa bisa memiliki rasa tanggung jawab setiap melakukan kegiatan dan kedua setelah selesai agar foto bersama (Danramil dan Babinsa).  Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim apel Danramil dan Babinsa secara resmi kami buka.

Bpk. Dody Wiranto (dari Staf Sangiran) menyampaikan permohonan maaf karena bapak Kepala Sangiran tidak bisa hadir dan beliau menunjuk kami untuk menghadiri undangan apel Danramil dan Babinsa, kemudian kami mengenalkan diri,  bahwa kami sebelumnya bertugas di Prambanan selama 10 tahun, kemudian pindah ke Sangiran hingga saat ini, Sangiran ini dibawah Jenderal Kebudayaan, kita memberikan perlindungan fosil yang ditemukan termasuk di Sangiran ini cukup banyak penemuan-penemuan fosil hampir 50% dan semua kita pelihara dengan baik dan menjadi obyek wisata Sangiran di Kab. Sragen. Alat-alat yang terbuat dari batu (semacam pisau) sudah kita temukan di daerah Dayu dan manusia purba jaman dahulu sudah pandai karena alat-alat tersebut bisa digunakan untuk menyayat-nyayat daging, manusia purba yang ada di Sangiran kemungkinan berasal dari Afrika dan di Sangiran ada 5 Museum. (Sangiran, Ngebung, Bukuran, Menara Pandang dan Dayu (masuk wilayah Kab. Karanganyar). Kami titip pesan kepada para Babinsa agar ikut menyiarkan atau mempromosikan wisata di Sangiran karena ini salah satu aset negara yang perlu kita pelihara dan kita wariskan kepada  anak, cucu kita yang terbaik.

Penyampaian materi diantaranya materi tentang "Sikap Teritorial" disampaikan oleh Lettu Inf Hartadi (Danramil 12/Gesi). Materi tentang "Upaya pencegahan dan antisipasi paham Terorisme" yang disampaikan oleh Ipda Totok Sudarto, SH (Kanit Polmas Polres Sragen) : Radikal berasal dari kata "Radix" atau Radicis" yang berarti akar, Radikal diartikan sebagai "Secara menyeluruh", habis-habisan" dan "amat keras menuntut perubahan" dan "maju dalam berpikir dan bertindak". Radikalisme berarti paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara yang keras atau drastis. Kita sebagai aparat keamanan wajib memerangi Terorisme karena teroris akan merusak bangsa dan negara ini, kemudian kita juga harus ikut memerangi berita Hoax karena akan menyesatkan masyarakat bila tidak kita perangi, termasuk dalam menyikapi suasana politik saat ini.

Materi yang disampaikan oleh Kapten Inf Muayat (Pasiwanwil Ter Korem 074/Wrt) bahwa kegiatan jabatan Babinsa, bahwa Babinsa harus yang memiliki Skep jabatan Babinsa dan bagi anggota yang tidak memiliki Skep Babinsa tidak bisa menjabat Babinsa karena terkait dengan Duklog, kemudian untuk jabatan Bati yang menjadi polemik di Koramil karena semua harus menyesuaikan pangkat dan semua berpengaruh terhadap dukungan Babinsa. Latnister tingkat pusat sudah dilaksanakan dan kedepan para Babinsa harus bisa menyampaikan sambutan di tengah-tengah masyarakat, kemudian  kedepan masing-masing Kodim harus ada Koramil Model dan langsung dibawah Korem.

Materi yang disampaikan oleh Minarso, S.Pd, M.Pd (Ketua KPU Sragen) menyampaikan bahwa pemilu yang akan datang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 dan Pemilu  yang akan memberikan tantangan bagi kita karena sekali memilih harus 5 yang kita pilih. Kemudian kami ucapkan banyak terima kasih kepada aparat keamanan atas bantuannya yang selama ini sudah membantu tugas kami. Hari Jumat kami akan mengundang para Stikholder untuk memaparkan alur Pemilu dan untuk Logistik Pemilu diadakan oleh KPU RI dan KPU kabupaten hanya menerima dan menyalurkan, kemudian logistik tersebut berupa Kotak, surat suara, alat penyoblos dan bantalan untuk menyoblos.  Di wilayah Kab. Sragen untuk  Pemilu yang akan datang untuk jumlah TPS  sebanyak 3036 TPS dan data DPT Kab. Sragen tadi malam sudah kita kirim ke tingkat Provinsi dan 100% sudah selesai tanpa ada hambatan.

Materi yang disampaikan oleh Supriyanto (Kasi Ketahanan Pangan Kab. Sragen), "Upaya Dinas Ketahanan Pangan dalam menyejahterakan masyarakat".  "Pangan rakyat soal hidup atau mati", pidato Presiden RI Soekarno tahun 1952 saat peletakkan batu pertama pembangunan gedung IPB. Kondisi pangan di Kab. Sragen luas wilayah Sragen 94.155 Ha, dengan rincian ; lahan pertanian : 66.690 Ha, lahan sawah : 39.928 Ha dan lahan bukan sawah (Tegalan, kebun, Padang rumput) 26.762 Ha. Kab. Sragen terdiri dari 20 Kecamatan, 12 Kelurahan dan 196 Desa. Kab. Sragen terbelah menjadi 2 wilayah oleh sungai Bengawan Solo, yaitu Utara Bangawan 11 kecamatan dan Selatan Bengawan 9 kecamatan, dengan jumlah penduduk 878.983 jiwa.





<CENTER>RAKOOR PAM PEMILU TAHUN 2019</CENTER>

                                Pada tanggal 14 Desember 2018 pukul 09.00 - 10.40 Wib di Aula KPU Sragen telah dilaksanakan Rapat Koord...