Senin, 31 Oktober 2011

UPACARA PENUTUPAN TMMD SENGKUYUNG THP-II TA. 2011 KODIM 0725/SRAGE



Sragen,  31 Okt  2011.

         Wakil Ketua DPRD Sragen dari FPD Drs. Joko Saptono.M.SI menutup pelaksanaan TMMD Sengkuyung Thp-II TA. 2011 Kodim 0725/Sragen yang dilaksanakan di Desa Juwok Kec. Sukodono Kab. Sragen pada tanggal 30 Oktober 2011 pkl. 10.00 WIB. Sasaran kegiatan baik yang berupa fisik maupun Non fisik telah dapat diselesaikan 100 %.   Pada akhir acara dilaksanakan penyerahan hasil-hasil program TMMD Sengkuyung Thp-II TA. 2011 dari Dandim 0725/Sragen Letkol OInf R. Wahyu Sugiarto S.IP kepada Pemda Sragen yang diwakili oleh  Wakil Ketua DPRD Sragen dari FPD Drs. Joko Saptono.M.SI dengan disaksikan oleh Unsur Forum Pimpinan Daerah Plus Kab. Sragen.   Usai kegiatan Up. Penutupan TMMD Sengkuyung Thp-II dilaksanakan peninjauan lokasi dan pemotongan pita oleh Bupati Sragen yang diwakili Sekda Kab. Sragen





















































KODIM 0725/SRG MELAKSANAKAN PENANGANAN BENCANA ALAM ANGIN PUTING BELIUNG DI KEC TANON

 SRAGEN 29 OKT 2011

           Koramil 19 / Tanon  Dim 0725 / Sragen membantu penanganan korban bencana angin beliung yang tejadi pada tanggal 28 okt 2011 di desa Slogo, Sambiduwur, Jono dan desa Karang Talun kec  Tanon kab Sragen yang mengakibatkan 7  rumah roboh dan ratusan mengalami kerusakan yang cukup berat. Kodim  0725/ Sragen mengerahkan 1 SST  yang dipimpin oleh Danramil 19/Tanon Kapt inf Muayat bersama sama masyarakat membantu warga yang tertimpa musibah bencana angin puting beliung. Pada saat bersamaan Dandim 0725/Srg bersama wkl ketua DPRD, kesbangpolinmas dinas sosial Sragen dan Muspika kec Tanon    meninjau lokasi dan memberikan bantuan awal atas nama Bupati Sragen kepada warga yang tertimpa bencana, untuk yang rumahnya roboh mendapat bantuan uang sebesar Rp 1 juta dan beras 15 kg. Kegiatan akan dilanjutkan dengan pembangunan rumah yang roboh dalam bentuk karya Bhakti.




















































8 WAJIB TNI

8 WAJIB TNI

1. Bersikap ramah tamah terhadap rakyat.
2. Bersikap sopan santun terhadap rakyat
3. Menjunjung tinggi kehormatan wanita
4. Menjaga kehormatan diri di muka umum
5. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaanya
6.Tidak sekali-kali merugikan rakyat
7. Tidak sekali menakuti dan menyakiti hati rakyat
8. Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk menga­tasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

11 ASAS KEPEMIMPINAN

11 ASAS KEPEMIMPINAN

1. Taqwa, ialah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya.
2. Ing Ngarsa Sung Tulada, yaitu memberi suri tauladan di hadapan anak buah.
3. Ing Madya Mangun Karsa, yaitu ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah.
4. Tut Wuri Handayani, yaitu mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah.
5. Waspada Purba Wisesa, yaitu selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah.
6. Ambeg Parama Arta, yaitu dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.
7. Prasaja, yaitu tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan.
8. Satya, yaitu sikap loyal yang timbal balik dari atas terhadap bawahan dan bawahan terhadap atasan dan ke samping.
9. Gemi Nastiti, yaitu kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan.
10.Belaka, yaitu kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya
11.Legawa, yaitu kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya.

SUMPAH PRAJURIT

SUMPAH PRAJURIT

Demi Allah saya bersumpah / berjanji :
1. Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
2. Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan.
3. Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.
4. Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Republik Indonesia.
5. Bahwa saya akan memegang segala rahasia Tentara sekeras-kerasnya.

SAPTA MARGA

SAPTA MARGA 

1. Kami warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila
2. Kami patriot Indonesia pendukung serta pembela ideologi negara, yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah
3. Kami ksatria Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan
4. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia adalah bhayangkari negara dan bangsa Indonesia
5. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia, memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan prajurit
6. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia, mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas serta senantiasa siap sedia berbakti kepada negara dan bangsa .
7. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia setia dan menepati janji serta Sumpah Prajurit.

DASAR NEGARA


PANCASILA
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Oktober 2011

SEJARAH SATUAN

-->

SEJARAH SINGKAT KODIM 0725/SRAGEN



I.             PENDAHULUAN



1.         Umum.           Sejarah  terbentuknya Kodim 0725/Sragen adalah merupakan pendorong jiwa, semangat dan dedikasi seluruh anggota dan warga Kodim 0725/Sragen untuk mengabdikan dirinya kepada tanah air, bangsa dan negara, juga dapat digunakan dalam membentuk  jiwa korsa (kebanggaan satuan) baik selama tugas dan sesudah Purna tugas di Kodim 0725/Sragen.

2.         Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud.        Sejarah singkat satuan ini untuk memberikan gambaran secara umum tentang kronologis kesatuan Kodim 0725/Sragen sejak berdirinya sampai dengan  hari Jadi  serta reputasinya kepada Komando Atas dan seluruh anggota Kodim 0725/Sragen.

b.         Tujuan.          Agar dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan bahan pertimbangan Komando Atas dalam menentukan kebijaksanaan selanjutnya.

3.         Ruang lingkup dan Tata urut.    

a.            Pendahuluan.
b.            Sejarah asal usul Kodim 0725/Sragen.
c.            Terbentuknya Kesatuan Teritorial di Sragen.
d.            Terbentuknya KDM ( Komando Distrik Militer ) Sragen.
e.            Pengabdian Kodim 0725/sragen.
f.             Daftar nama-nama pejabat Komandan Kodim 0725/Sragen.
g.            Penutup.



II.       SEJARAH ASAL USUL KODIM 0725/SRAGEN



4.         Sejarah (kronologis) asal usul Kodim 0725/Sragen.

            Masa perjuangan fhisik antara tahun 1945 sampai dengan tahun 1948, sebagai latar belakang pembentukan Kesatuan Kodim 0725/Sragen sebagai berikut :

a.         Dari dukungan rakyat secara mutlak terhadap Proklamasi Kemerdekaan  Republik Indonesia yang diproklamasikan  pada tanggal 17 Agustus 1945 di daerah Kabupaten Sragen (Sukowati) ditandai dengan gerakan-gerakan spontanitas rakyat dan khususnya para Pemuda untuk merebut Kantor / Instansi dan Lembaga Vital dari tangan penguasa Jepang.   Gerakan spontanitas rakyat/pemuda tersebut kurang terorganisir tetapi dapat dikendalikan oleh tokoh yang diterima sebagai pimpinan antara lain :

                 1)         Tokoh Partai  :  
                              Sdr.   Suhari  Kusumodirodjo.

                 2)         Pemuda Pamong Praja :  
                              Sdr.  Mlonjopranoto.

                 3)         Pemuda Perjuangan :  
                              -  Sdr. Panudi  Mochamad.
                              -  Sdr. Rachmad dari kepolisian.     
                                                          
b.         Setelah berdirinya kekuasaan pemerintah Republik Indonesia dari hasil perjuangan gerakan rakyat/pemuda maka untuk mempertahankan negara yang baru berdiri, dibentuklah suatu Badan Keamanan Rakyat disingkat BKR, dan Badan Pejuang yang lain sepertinya  BPRI, Angkatan Muda Sukowati, Hisbulah dan lain sebagainya.
           
c.         Pada tanggal 5 Oktober 1945 Badan Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat disingkat TKR, TRI dan yang terakhir TNI-AD.

d.         Pada tanggal 5 Nopember 1945 di Sragen dibentuk Kesatuan Yon 20 Rinif 27 Divisi IV (Panembahan Senopati), adapun pengangkatan Danyon berdasarkan pilihan secara Demokratis seperti pada suatu organisasi.   Massa yang memilih pengurus.    Maka tepilihlah Mayor Soeharto sebagai Danyon.    Dari beberapa orang bekas Perwira Peta (Syodantyo)  yang tidak terpilih kemudian meninggalkan Sragen untuk berjuang di daerah lain ialah :

1)            Sumantri Utoro.
2)            Soemarsono.
3)         Panudi Mochamad Ali, sebagai Yugeki Syodantyo menggabung dengan Polisi Militer khusus dibawah pimpinan Zulkifli Lubis kemudian Letkol Soemarto Kusumodirdjo Danrinif 27, mantan Syodantyo Panudi Mochamad Ali segera dipanggil kembali dari Jogja untuk mendampingi Komando Yon 20 di Sragen.     Pada tanggal 11 Desember 1945 Mayor Soeharto gugur bersama pengawalnya di Front Ngasinan Tuntang, selanjutnya Komando Yon 20 Rinif 27 Divisi IV dipegang oleh Mayor Panudi Mochamad Ali.
 
e.         Dalam rangka/Sejarah pengabdiannya Yon 20 Rinif 27 Divisi IV tanpa terputus mengirimkan pasukannya ke Front sebagai berikut :
           
1)         Tahun 1945 bulan Oktober Jembatan Kaligawe Semarang dalam pertempuran 5 hari.

2)         Bulan Desember 1945 dalam rangka Palagan Ambarawa gugurlah Mayor Soeharto di Front Tuntang.

3)            Tahun 1946 Genuk, Sayung dan Demak Front MMTG.
4)         Tahun 1946 s/d 1947 Markas Medan Tenggara (MMTG) di Mranggen dengan Danpur Letkol Basuno dan Wadanpur Mayor Punadi Mochamad Ali.

5)         Tahun 1947 MTTG di Karang Ayung Purwodadi.
6)            Tahun 1947 s/d 1948 PP IV F di Telawah dan Gundhi, Mayor Panudi Mochamad Ali sebagai Danpur.

f.          Disamping sebagai Yonif dengan tugas Tempur Yon 20 juga bertugas sebagai Kesatuan Teritorial untuk wilayah Sragen.

g.         Pada permulaan tahun 1948 diadakan rekontruksi dan rasionalisasi Angkatan Perang yang membagi kesatuan-kesatuan dalam mobiele dan Teritorialetraepon.    Dari Yon 20 Rinif 27 Divisi IV di ambil 1 Kompi Inti dibawah pimpinan Lettu Edy Sugardo sebagai Danki untuk digabungkan pada Yon 441 Condrobirowo dibawah pimpinan Mayor Soemardi/Mayor Darmono.

h.         Sisa pasukan Yon 20 diberi status Kesatuan Tertorial dibawah pimpinan Panudi Mochamad Ali, namun instruksi dan pedoman/petunjuk struktur dan tatakerja sebagai Komando Teritorial belum didapat, sehingga segala langkah hanya didasarkan pada inisiatif sendiri.

j.          Tanggal 15 Juni 1948 situasi politik yang semakin panas  sebagai prolog Affair Madiun memasuki kehidupan Angkatan Perang sebagai berikut :

1)         Divisi IV Panembahan Senopati dibina oleh tokoh PKI Alimin melalui Pepolitnya.

2)         Rinif 27 dengan Markas Komandonya di Sragen (sejak permulaan 1948) dibawah pimpinan Letkol Sastrolawu di bina oleh Tan Malaka (PSI).

3)         Pada tanggal 15 Juni 1948 Divisi IV mengirimkan pasukan yang cukup besar dibawah pimpinan :

                        a)         Letkol S. Soediarto             
                        b)         Mayor Slamet Riyadi          
c)         Mayor Kusmanto                 
                        d)         Mayor Purnawi                    
           


ke Sragen untuk menangkap Letkol Sastrolawu dan melucuti Rinif 27.

4)         Karena SATUAN PENGAWAL Rinif 27 tinggal sisa Yon 20 (Inti pasukan sudah diambil ke Yon 441 Condrobirowo) dan Letkol  Sastrolawu tidak ada di tempat, maka pasukan penyerbu dari Divisi IV tanpa pertempuran berhasil melucuti Yon 20 serta membawa Komandannya ialah Mayor Punadi Mochamad Ali untuk menghadap Panglima Divisi IV Kolonel Soetarto (Alm) di Lojigandrung Solo.

5)         Karena merasa diperlakukan tidak wajar maka Mayor Punadi Mochamad Ali sepulangnya dari Lojigandrung langsung menghadap Panglima Besar Sudirman di Yogjakarta untuk melapor situasi di Solo.

6)         Sepulang dari Yogjakarta Mayor Punadi Mochamad Ali jatuh sakit dan mondok di Dungus Madiun, ditawan Belanda.
                            


III.      TERBENTUKNYA KESATUAN TERITORIAL DI SRAGEN



5.         Terbentuknya Kesatuan Teritorial di Sragen.            Pada tanggal 19 Desember 1948 Clash ke II Belanda  masuk daerah-daerah pedalaman, masuk kota Sragen kira-kira tanggal 24 Desember 1948, sehingga pemerintahan Sipil maupun KDM keluar kota Sragen, waktu itu Pemerintahan Sipil maupun Militer dibagi menjadi dua :
           
a.         Sebelah selatan Bengawan Solo dipimpin oleh Bupati Mangun Negoro dan Militernya oleh Almarhum Mayor Hartadi dengan Kepala Staf Kapten Sumantri Oetoro, dengan Staf lengkap.         Pemerintahan ini disebut Pemerintahan  Militer Kabupaten (PMKB).
                
                        b.         Sedangkan untuk utara Bengawan Solo dipimpin oleh Almarhum Patih Projorahardjo  dan Militernya oleh Kapten Wuryarso.    Dalam hal ini Pemerintahan tetap satu yaitu PMKB Sragen.

c.         Pada bulan Nopember 1949 Pemerintahan Militer Kabupaten Sragen masuk kota karena penyerahan kedaulatan yang didahului dengan Cease Fire, setelah itu pemerintahan kembali aktif melaksanakan tugas pokoknya  pembinaan Teritorial dengan Komandannya tetap Mayor Hartadi (Alm) dan Kepala Stafnya Kapten Soemantri Oetoro.


IV.     TERBENTUKNYA KDM (KOMANDO DISTRIK MILITER) SRAGEN


6.         Terbentuknya KDM (Komando Distrik  Militer) Sragen sebagai berikut :

            a.         Kelahiran KDM (Komando Distrik  Militer) Sragen sebagai berikut :

1)         Kelahiran Kodim 0725/Sragen tidak dapat dipisahkan dari jiwa dan semangat Proklamasi Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, karena Proklamasi merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia dalam rangkaian sejarah perjuangan Nasional.     Setelah berdirinya kekuasaan dan pemerintahan Republik Indonesia maka untuk mempertahankan negara yang baru berdiri tersebut dibentuklah suatu badan yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR).    Pada tanggal 5 Oktober 1945 BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

2)         Pada tanggal 30 Juni 1948 berdasarkan  Surat Keputusan dari Komando Sub Teritorial Surakarta Mayor Panudi Mochamad Ali ditetapkan sebagai Perwira Distrik Militer (PDM) pada Komando Distrik Militer Kabupaten Sragen.   Dengan demikian resmilah sudah terbentuknya Komando Distrik Militer (KDM) yang kemudian menjadi Kodim 0725/Sragen dengan ditetapkan  pembentukkannya tanggal 30 Juni 1948.

7)    Sekitar pembentukan.

a)         Latar belakang peleburan tersebut, disamping melaksanakan perintah dari atasan juga dikandung maksud membentuk APARAT TERITORIAL  yang pada waktu itu belum ada, dengan tugas pembinaan teritorial dalam rangka melancarkan operasi gerilya terhadap Belanda.

b)            Pembentukan/Pemrakarsa oleh pimpinan ANGKATAN DARAT khususnya atau pemerintah.

c)            Pembentukan/peleburan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 1948.

d)            Di daerah KDM Sragen.

e)            Keadaan saat terbentuk :
(1)          Komandan KDM Mayor Punadi Mochamad Ali.
(2)          Personel pada waktu itu belum lengkap dan belum teratur.
(3)       Organisasi juga belum sempurna menurut prosedur yang ada.
(4)       Lain-lain karena situasi dan kondisi masih dalam keadaan Revolusi maka segala sesuatu masih serba kurang.


b.            Perkembangan KDM (Komando Distrik Militer) Sragen.

1)         Unsur Pimpinan.    Masih belum memiliki kualitas yang baik, karena belum adanya pendidikan-pendidikan, ditambah adanya pertempuran Belanda.

2)         Personel.      Baik  kualitas maupun kuantitas masih banyak kekurangan.

3)         Organisasi.   Belum baik dan belum teratur.

4)         Materiil.          Serba kekurangan, baik persenjataan maupun akomudasi yang lain.

5)         Pendidikan dan latihan.    Belum dapat melaksanakan pendidikan secara khusus hanya dapat melaksanakan pendidikan/latihan secara tidak tetap.

6)         Pembinaan korsa (Esprit Corp).             Hal ini hanya dapat dilakukan  menurut situasi/kondisi dan kemampuan pada waktu itu.



V.           PENGABDIAN KODIM 0725/SRAGEN



7.         Dalam pengabdian Kodim 0725/Sragen dapat disusun sebagai berikut :

a.         Penugasan operasi 

1)         Pada waktu itu penggabdian sesuai dengan alam perjuangan melalui pembinaan Teritorial mengerahkan pemuda dan Masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung untuk aktif melawan Belanda.

2)         Pada tahun 1965 s-d 1966 sekitar peristiwa G.30.S/PKI Kodim 0725/Sragen bersama-sama pemerintah daerah dan aparat keamanan yang lain mengadakan Operasi penumpasan G.30.S/PKI diseluruh Daerah Kabupaten Sragen dengan hasil telah menangkap semua orang PKI yang berada  di daerah Kabupaten Sragen. Hasil tersebut kemudian diserahkan kepada Teperda  guna diadakan pemeriksaan/ pengusutan lebih lanjut.

3)         Dalam rangka pemulihan keamanan Timor-Timur Kodim 0725/Sragen telah mengirimkan 6 orang Bati dan 4 orang Bintara secara bergantian dari tahun 1986 sampai dengan 1989.

4)         Dalam rangka pemulihan keamanan di Ambon Maluku Kodim 0725/Sragen telah mengirimkan 1 orang Perwira BKO Dam XVII/Ptm dari tahun 2005 sampai dengan 2006.



b.         Pengamanan Pemilu, Pilpres dan Pilkada. 

1)         Dalam pelaksanaan Pemilu 1971, Kodim 0725/Sragen bersama Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman.   Namun hasil pemungutan suara dalam Pemilu 1971 Golkar mengalami kekalahan ( 27 % ), sedangkan masyarakat dipihak Parpol (PDI) dikarenakan daerah Kabupaten Sragen adalah bekas basis PNI dan Golkar masih dalam usia relatif muda (pertama kali ikut tampil dalam Pemilihan Umum/sebagai Kontestan).

2)         Dalam Pemilu 1977, Kodim 0725/Sragen bersama sama Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, dengan hasil pemungutan suara dalam Pemilu 1977 kemenangan ditangan Golkar. (72 % ).

3)         Dalam Pemilu 1982, Kodim 0725/Sragen bersama-sama Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, dengan hasil pemungutan suara dalam Pemilu 1982 Golkar mengalami peningkatan dalam kemenangannya.

4)         Dalam Pemilu 1987 Kodim 0725/Sragen bersama-sama Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, namun hasil pemungutan suara dalam Pemilu 1987 secara bertahap Golkar mengalami peningkatan didalam kemenangannya.

5)         Dalam Pemilu 1992 Kodim 0725/Sragen bersama-sama dengan Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, namun pemungutan suara dalam Pemilu 1992 Golkar mengalami penurunan dengan kemenangan yang tipis.

6)         Dalam Pemilu 1997 Kodim 0725/Sragen bersama-sama dengan Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, pemungutan suara dalam Pemilu 1997 Golkar mengalami penurunan dengan kemenangan yang tipis.

7)         Dalam Pemilu 2004 Kodim 0725/Sragen bersama-sama dengan Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, pemungutan suara dalam Pemilu 2004 tingkat Kab. Sragen dimenangkan  PDI Perjuangan untuk tingkat Nasional dimenangkan  Golkar.

8)         Dalam Pilpres 2005 Kodim 0725/Sragen bersama-sama dengan Aparat Keamanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pilpres dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, pemungutan suara Pilpres tahun 2005 tingkat Kab. Sragen dimenangkan oleh Capres Megawati Sukarno Putri untuk tingkat Nasional dimenangkan oleh Capres DR. Susilo Bambang Yudhoyono.

9)         Dalam Pilkada Kab. Sragen 2006 Kodim 0725/Sragen bersama-sama dengan Aparat Kemanan yang lain melaksanakan pengamanan Wilayah, Pemilu dapat berjalan dengan tertib dan dalam keadaan aman, pemungutan suara  Pilkada Kab. Sragen dimenangkan oleh Calon Bupati H. Untung Wiyono.

Rabu, 26 Oktober 2011

SOSIALISASI HUKUM HUMANITER DAN HAK AZASI MANUSIA KODIM 0725 SRAGEN

SRAGEN, 26 OKTOBER 2011.

        Dandim 0725/Sragen R. Wahyu Sugiarto. S.IP melaksanakan sosialisasi hukum Humaniter dan Hak Azasi Manusia di makodim 0725/Sragen kepada seluruh anggota sebagai tindak lanjut pelaksanaan sosialisasi interaktif  DVD hukum Humaniter dan Hak Azasi Manusia yang telah di laksanakan di Makodam IV/Diponegoro pada tanggal 20 oktober 2011.






















              

Minggu, 23 Oktober 2011

KUNJUNGAN KERJA DANREM 074/WARASTRATAMA KOLONEL INF AHMAD SUPRIYADI MENINJAU PELAKSANAAN TMMD SENGKUYUNG THP II TA 2011 DI WILAYAH KODIM 0725/SRAGEN

SRAGEN 19 OKT 2011

Danrem 074/WRT Kolonel Inf Ahmad Supriyadi melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0725/Sragen dalam rangka meninjau pelaksanaan TMMD Sengkuyung tahap II TA 2011 yang di laksanakan di Desa Juwok kecamatan Sukodono.    Pada saat kunjungan Danrem di sambut oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf R. Wahyu Sugiarto S.IP yang di dampingi oleh Muspika kecamatan Sukodono, pada kesempatan tersebut Komandan Korem memberikan sambutan dan pengarahan kepada Muspika,Tokoh masyarakat, Kepala UPTD Sekecamatan Sukodono,di lanjutkan peninjauan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2011.

















































Sabtu, 22 Oktober 2011

KUNJUNGAN KERJA PANGDAM IV/DIP DI KODIM 0725/SRAGEN

SRAGEN 10 OKT 2011











TMMD SENGKUYUNG THP II TA. 2011

Sragen 10 Okt 2011

Pelaksanaan TMMD Sengkuyung tahap II TA. 2011 Kodim 0725/Sragen
di desa Juwok kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen.


PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP II TA.2011 KODIM 0725 SRAGEN



Sragen 10 Okt 2011
Dandim 0725/Sragen Letkol inf R Wahyu Sugiarto S.ip membuka pelaksanaan TMMD Sengkuyung tahap II TA.2011 Kodim 0725/Sragen, yang dilaksanakan di desa Juwok kecamatan Sukodono kabupaten Sragen . Pelaksanaan TMMD dilaksanakan selama 21 hari dimulai dari tanggal 10 oktober 2011 sampai dengan 30 oktober 2011. Sasaran meliputi kegiatan physik meliputi betonisasi jalan sepanjang 1100 meter, rehab rumah tidak layak huni sebanyakn 8 unit, pembuatan pos kamling 1 unit dan kegiatan non physik berupa penyuluhan Bela Negara, kamtibmas, Pancasila, sosialisasi pembuatan SIM, Ancaman terroris, teknologi tepat guna, pelayanan kb terpadu, penyuluhan hukum dll.



PENYERAHAN TUGAS WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB JABATAN DANDIM 0725/SRAGEN

Jumat 7 Oktober 2011. Makorem 074/Wrt.

Danrem 074/Wrt Kolonel inf Ahmad Supriyadi menyerahkan tugas wewenang jabatan Dandim 0725/sragen kepada Letkol inf R Wahyu Sugiarto S.ip di aula makorem 074/Wrt.




<CENTER>DANRAMIIL 07/NGRAMPAL UPACARA HUT KE- 73 PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA</CENTER>

Jum’at,7 Agustus 2018 Pkl. 08.30 s.d selesai di Lapangan Pilangsari Kec Ngrampal telah dilaksanakan Upacara dalam rangka HUT ke- 73 Prok...