" TNI MANUNGGAL DENGAN RAKYAT "
SATUAN BEBAS PELANGGARAN

Rabu, 08 November 2017

KODIM SRAGEN KERAHKAN RATUSAN PERSONEL AMANKAN RI-1

Sragen, 07 November 2017 pukul 12.40 s.d 13.45 ratusan personil TNI Kodim 0725/Sragen dan POLRI tampak memenuhi pertigaan maupun perempatan jalan sepanjang Grompol masaran sampai sragen kota. Ya mereka sedang melaksanakan pengamanan kunjungan kerja Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) dalam rangka penyerahan Sertipikat dari PRONA (Proyek Operasi Nasional Agraria) sebanyak 10.200 Sertipikat yang terdiri dari Wilayah Karisidenan Soloraya di Stadion Taruna Jl. Veteran Kp. Taman Asri Kel. Kroyo Kec. Karangmalang Kab. Sragen. Sebagai penanggungjawab kegiatan Dr. Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional) diikuti sekitar 10.000 orang.

Hadir dalam kegiatan H. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Mayjen TNI Tatang Sulaiman (Pangdam IV/Dip), Irjen Pol Condro K­irono (Kapolda Jaten­­g, Kolonel Inf Widi Prasetijono (Danrem 074/Wrt), Letkol Arh Camas Prasetyo, MMDS (Dandim 0725/Srg), Letkol Inf Muhammad Ary Yudistira, SIP (Danyonif Raider 408/Sbh), AKBP Arif Budiman, SIK (Kapolres Sragen), dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) dan lain lain.

Rangkaian kegiatan dimulai dari Pukul 12.50 Wib menyanyikan lagu Indonesia Raya, tarian Sukowati, arahan dari Dr. Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional), penyerahan Sertipikat Tanah oleh Presiden RI kepada perwakilan 12 orang penerima dan sambutan dari Presiden RI-1 Ir. H. Joko Widodo.‎

Arahan dari Dr. Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional antara lain Bahwa untuk saat ini Serpikat akan dibagikan sebanyak 10.200 yang terdiri dari Wilayah Solo Raya. Sertipikat ini adalah sebagian yang sudah jadi, namun saat ini yang hadir hanya sekitar 9.702 orang. Untuk di Jawa Tengah tahun depan pada 2018 akan membuat Sertipikat lagi sebanyak 667 ribu Sertipikat. Kemudian Tahun depannya lagi pada 2019 akan membuat Sertipikat sebanyak1 Juta 200 ribu Serrtipikat. Program Sertipikat Ini adalah merupakan perintah langsung dari Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI), dan pada tahun ini yaitu 2017 di seluruh Indonesia sudah membuat Sertipikat sebanyak 5 Jt Sertipikat.

Program kedepan dari BPN Pusat yaitu akan membuat Sertipikat, karena ini adalah langsung perintah dari Presiden,sehingga dalam pembuatan Sertipikat  tersebut paling lambat Tahun 2025 tanah di seluruh Jawa Tengah akan sudah bersertipikat semua. Pada acara ini akan ada 12 perwakilan ayang akan menerima Sertipikat dari Presiden RI, hendaknya Bapak Presiden dapat menyerahkannya.

Adapun Sambutan dari Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) antara lain “ Saya melihat bahwa saat ini banyak sekali dari masyarakat yang megeluh terkait dengan permasalahan tanah, dari Sabang sampai Maraoke yang dipermasalahkan hanya masalah Sengketa tanah, yaitu antara masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan BUMN, dan masalah tersebut terdengar sampai di telinga saya, dimana masyarakat tersebut meminta tolong supaya dibantu dalam menyelesaikan sengketa tanah tersebut, namaun bagaimana saya bisa bantu bila masyarakat tidak mempunyai Sertifikat, maka dari itu semua tanah di Indonesia harus bersertipikat”.

“Di Negara Indonesia ini tanah yang belum sertipikat masih banyak, dimana dalam waktu dekat ini Mneteri BPN harus menyelesaikan160 Juta tanah yang belum bersertipikat di Indonesia. Menteri BPN menyampaikan bahwa pada tahun 2025 di Jawa Tengah akan menyelesaikan semua tanah yang belum bersertipikat, namun saya rasa kelamaan, untuk itu saya sampaikan kepada Meneteri BPN bahwa untuk Tahun 2023 tanah di Jawa Tengah harus sudah bersertipikat semua. Saya harapkan tahun demi tahun program pembuatan Sertipikat semakin meningkat, dimana pada Tahun ini sudah menyelesaikan  5 Juta Sertipikat, target tahun depannya harus selesai 7 Juta Sertipikat, kemudian tahun depannya harus mempunyai target 9 Jt sertipikat, begitu juga tahun depanya harus semakin meningkat, untuk itu Menteri BPN harus bekerja keras, karena jika masyarakat menemui permasaahan terait sengketa terus, maka kasihan pada rakyat, dimana rakyatlah yang akan selalu kalah, karena tanah yang dimiliki oleh rakyat belum bersertipikat. Sertifikat tanah itu sangat penting bagi rakyat, untuk itu Menteri BPN harus bekerja keras untuk menyelesaikan masalah sertipikat, karena Tugas Menteri harus seperti itu, jangan hanya tidur, Tugas Menteri harus melayani rakyat dengan baik”.

“Saya berpesan kepada rakyat setelah diberikannya sertifikat tanah ini, supaya berikan plastik dan di fotokopi, dan biasanya jika rakyat sudah mempunyai sertipiat mau disekoahkan atau dibuat meminjam ke Bank. Saya menghimbau boleh-boeh saja meminjam ke Bank, namun harus melihat Bank tersebut dan memilih bunganya yang paling kecil, serta dalam meminjam ke Bank dilihat terlebih dahulu nominalnya, apakah bisa mengembalikan atau tidak. Saya berpesan jika sudah meminjam ke Bank pakailah untuk modal usaha kerja, jangan digunakan untuk bergaya, jadi dari untung usaha modal tersebut baru bisa digunakan untuk bergaya”.

“Perlu diketahui bahwa Negara ini adalah Negara yang besar, kita mempunyai 17 ribu pulau dan mempunyai suku yang berbeda-beda, jika kita bisa satukan, maka itu akan menjadi Negara yang besar, maka dari itu kita semua harus bersatu, karena inilah yang perlu saya ingatkan, bahwa kita adalah setanah air, persaudaraan ini harus kita jalin, namun yang selama terjadi banyak rakyat yang tidak sadar bahwa Negara ini adalah negara yang sangat besar”.


Selesai sambutan dilanjutkan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada 12 orang penerima oleh Presiden RI didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kegiatan Kodim 0725/Sragen
Kemanunggalan TNI dengan rakyat

secawan madu

small rss seocips Music MP3
Ngademke Pikir Bro!!! biar ndak stres