Kamis, 18 Oktober 2018

SEMANGAT KOPTU SIGIT



  
Kamis 18 Oktober 2018 pukul 10.00 Wib,  di sebuah lokasi di Ds. Sukorejo sedang berlangsung giat pembangunan embung dalam rangka TMMD Reg ke 103 Kodim 0725/Srg.  Di antara banyak masyarakat dan TNI yang bekerja salah satunya terlihat seorang anggota TNI yang sedang mengangkat bongkahan batu yang akan di gunakan untuk membangun pondasi embung.  Dialah Koptu Sigit anggota satgas TMMD Reg ke 103 Dim Sragen. 

Koptu Sigit adalah Sosok anggota TNI yang di kenal supel dalam berkomunikasi dengan warga masyarakat setempat.  Namun di balik keramahan dan kesupelanya tersebut Koptu Sigit juga di kenal sebagai sosok prajurit yang pantang menyerah dalam menjalankan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya. 
Dia menuturkan " Kalau sebuah pekerjaan di rasakan berat maka akan terasa berat namun kalau sebuah pekerjaan di rasakan ringan maka akan terasa ringan untuk di kerjakan". 

Menurut Koptu Sigit,  program pembangunan embung ini adalah sebuah kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.  Selain sebagai wadah untuk penampungan air di wilayah tersebut,  manfaat dari pembangunan embung ini juga bisa di jadikan kolam untuk budidaya jenis ikan dan budidaya lainnya.  

Banyak warga menyambut senang dan gembira akan adanya pembangunan embung tersebut. Sasaran fisik program TMMD ini sangat di nantikan kehadiranya oleh masyarakat setempat karena seperti yang di rasakan saat ini, ketika musim kemarau datang ketersediaan air sangat lah di rasa penting bagi masyarakat setempat. 

Hal ini dapat di jadikan pedoman dan tujuan utama dalam mengatasi kesulitan rakyat yang tercantum dalam 8 ( delapan) wajib TNI yang selalu terpatri dan tertanam dalam setiap sanubari para prajurit TNI.




KODIM SRAGEN DATANGKAN DISNAKKAN BERI PENYULUHAN CARA BETERNAK YANG BAIK




Sragen, 18 Oktober 2018 pukul 09.00 wib Drh Suprapto dr dinas peternakan kab sragen memberikan penyuluhan kesehatan hewan. Bertempat di balaidesa sambi kec sambirejo kab sragen. Kegiatan penyuluhan dihadiri kepala desa Sambi Bpk Ngadimin, Danramil 06/Gondang kapten inf Warisman, Babinsa desa Sambi serma Heri beserta warga desa sambi yang hadir 70 orang. Kegiatan tersebut adalah bagian dari TMMD reg 103 sasaran non fisik.

Menurut Drh suprapto cara pemeliharaan hewan khusus sapi dimulai dari bibit sapi, kandang yang bersih, pakan yang memenuhi kebutuhan sapi itu sendiri. Drh suprapto juga memberikan kesempatan kepada warga untuk bertanya tentang permasalahan yang dihadapi terkait dengan pemeliharaan sapi. "Sopo seng arek takon ayo silahkan angkat tangan". Kata Suprapto. 

Pak sugiman salah satu warga desa sambi menayakan sapinya melahirkan tapi sungsang atau terbalik posisinya dan akhirnya tetap dibantu sendiri oleh bpk sugiman dengan cara dipaksa keluar. Tapi akhirnya anak sapi mati, Sugiman bingung gimana caranya mengatasi hal tersebut karena tidak mungkin di Caesar. Dijawab oleh Suprapto bahwa cara mengatasi seperti masalah pak sugiman itu harus panggil dokter hewan yang sudah pengalaman supaya ditangani. 

Dia juga menambahkan untuk pemeliharaan sapi tidak cukup hanya memberikan makan sapi asal kenyang. Tetapi harus diberikan tambahan makan sapi seperti rumput supaya indukan sapi mudah untuk reproduksi, dan pemberian sentrat untuk penggemukan sapi.

Dan pemilihan bibit yang bagus ada lemosin ada anges untuk angus tulisanya angus ya pak." Seng angus sing piye ? Mestine yo sing ireng tuturnya. brahma.,simental masih banyak yang lain. Pemilihan bibit sapi ini akan mengarah cara perawatan masing masing, ada sapi yamg suka makan rumput aja dan gak mau makan jerami. 

Jadi bapak harus pinter pinter memilih bibit sapi sesuai daerahnya.khusus sapi betina ada tambahan makan teral untuk menambah mineral yang akan memacu birahi atau minta kawin. Bagi warga juga harus tau ciri ciri sapi betina minta kawin yaitu kadar hormon estrogen cukup tinggi dan senantiasa aktif atau jarang istirahat dan bengak bengok mooouhh....



TERNYATA BAPAK TNI TIDAK GALAK


   
Sragen TMMD yang digelar di desa sukorejo kec sambirejo oleh bupati sragen senin 15 oktober 2018 lalu membuat warga tdk takut lg sm TNI keakrapan warga dngn TNI dlm pelaksanaan TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) ddesa mrk sungguh membuat hati warga senang. Mereka tidak takut lagi bercanda dan bertegur sapa dngn anggota TNI.

Sutarno 55 thn yg tinggal ddukuh gempol Rt 02 mengaku dulunya takut sama TNI. jangankan bercanda pak... berbicara saja takut tuturnya...
Ketakutan sutarno bukanya tdk beralasan desa mereka yg terletak di sebelah barat sukorejo ini letaknya dbawah pegunungan sepi dan jarang dilewati.

Sutarno mengaku jika dirinya senang dengan program TMMD membuat jalan antara dukuh segagan Rt 15 dan gempol Rt 02 tembus sukorejo aktifitas semakin mudah disamping itu sutarno merasa senang dan bangga mengenal dan bercanda dngn bapak bapak TNI yang gagah penuh semangat merakyat jujur dan tidak pernah mengeluh sedikitpun,ujarnya.




WALAU PANAS DAN TERIK. PANTANG SURUT SEMANGAT WARGA DAN SATGAS DALAM PENGERJAAN PROYEK TMMD


   
Kamis, 18 Okt 2018 pukul 13.00 wib di Dsn. Sukorejo, Kec.  Sambirejo terlihat masyarakat dan TNI sedang bekerja membangun cor jalan. Kegiatan yang merupakan sasaran fisik yang di jadikan sebagai tujuan dari kegiatan TMMD Reg ke 103 di kodim 0725/Sragen. 

Siang itu, terik matahari sangat menyengat di rasakan,  namun bagi masyarakat dan satgas TMMD yang bekerja saat itu, cuaca dan terik matahari bukan menjadikan halangan untuk terus bekerja membuat jalan tembus antara Ds. Segagan menuju Ds. Sukorejo. Memang sesekali rasa lelah dan ingin berhenti sejenak dalam bekerja adalah perasaan manusiawi. Namun, ketika mereka ingin berhenti sejenak mereka segera ingat bahwa ini adalah kegiatan yang mulia yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah tersebut. 

Menurut penuturan salah seorang anggota TNI An. Pelda ketut Kariana "Meskipun cuaca sangat panas Namun saya melihat kinerja dan semangat TNI serta warga masyarakat tetap terjaga. Terlihat gurauan gurauan kecil untuk membangkitkan kembali semangat dalam bekerja"

Pelda ketut juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu mensinergikan hubungan baik antara masyarakat dan TNI karena dengan di bangunya jalan cor tersebut akan menjadi wadah manunggalnya TNI dengan rakyat. Sisi lain ketika pengerjaan jalan tersebut sudah selesai maka masyarakat akan selalu mengingat dan mengenang bahwa jalan tersebut adalah jalan yang di bangun dan di kerjakan oleh masyarakat setempat dan TNI melalui program TMMD Reg ke 103 tahun 2018.




DESA SUKOREJO KECAMATAN SAMBIREJO BERUBAH MENJADI TERMINAL ANGKONG


  

Kamis 18 Oktober 2018 ,Dengan semangat membara anggota TNI bersama masyarakat Ds. Sukorejo ,Kec.Sambirejo Kab.Sragen yang tergabung dalam Satgas TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Sragen tidak di ragukan lagi kekompakan,kebersamaan dan keseriusan mereka dalam mewujudkan terhubungnya jalan antara Dusun Segagan RT 07 dengan Dukuh Pondok Desa Sukorejo jelas terlihat dengan nyata  lihat saja seluruh anggota Satgas TMMD reg 103  Kodim 0725/Sragen dan masarakat saling bahu membahu dengan kompaknya mengangkut bahan material dengan angkong - angkongnya guna terwujudnya jalan penghubung yang sudah lama warga masarakat impikan sejak lama.

Salah satunya pak Tugiono 57 tahun warga Dukuh  Pondok Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo tidak menyangka dan menduga dari sekian banyak rumah yang di tempati anggota Satgas TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Sragen adalah salah satunya rumah bapak Tugiyono dan keluarga kata beliau sangat senang sekali tadinya rumahnya sepi sekarang menjadi ramai bahkan beliau suka rela memberikan makanan sekedarnya kepada anggota Satgas yang berada di rumahnya.

Bapak Tugiyono dan warga  Dk. Pondok Desa Sukorejo mengatakan sangat bangga dan senang melihat kerja antara TNI dan masyarakat bisa kompak dan bergotong - royong dalam membangun jalan yg ada di Desa mereka, dengan menggunakan angkong  para Satgas TMMD bersama - sama warga silih berganti membawa bahan material kelokasi tempat pengecoran jalan ada yang membawa Pasir,batu krikil,semen setelah sampai di tempat angkong-angkong tersebut tetap Stanbay ditempat mengantri seperti antrian Bus di terminal menunggu penumpang selanjutnya angkong - angkong tersebut membawa bahan yang sudah di siapkan oleh anggota Satgas TMMD bersama masyarakat ke tempat lokasi jalan yang akan di cor,walaupun terik matahari yang sangat menyengat dan keringat bercucuran membasahi badan tidak mengurangi semangat para anggota TNI yang tergabung Satgas TMMD reg 103 Kodim 0725/Sragen bersama warga tetap semangat demi lancarnya Perekonomia ke dua Dukuh di Kecamatan Sambirejo.




DANSATGAS TMMD PANTAU KEGIATAN 24 JAM


  

Rabu, 17 Oktober 2018, jam menunjukkan pukul 16.15 wib Dansatsatgas TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Srg Letkol Kav Luluk Setyanto,M.P.M masih berada di lokasi TMMD desa Sukorejo. Meskipun dari pagi Dandim melaksanakan Apel 3 pilar yang dihadiri Pangdam dan Kapolda namun tanpa rasa capek Dansatgas langsung berangkat lagi menuju Sambirejo. 

Kedatangan Dansatgas tersebut adalah untuk memastikan bahwa kegiatan TMMD berjalan lancar dan tidak ada kendala. Dalam meninjau lokasi Dansatgas Didampingi oleh Perwira Siaga Kapten Cpm Sayana, Pasiter Lettu Inf Suhardi, Babinsa desa Sukorejo Pelda Ketut dan Bati Bhakti TNI Serka Joko Toto. Dansatgas juga mengunjungi rumah rumah warga dengan berjalan kaki. 

Selain itu Dansatgas juga mengunjungi beberapa rumah yang menjadi induk semang atau tempat tidur anggota satgas TMMD yang terdiri dari anggota Yonkav-2, Armed 3-105T, Zipur 4 Ambarawa dan Anggota TNI AU dr Lanud Adi Sumarmo. Dalam pengarahannya kepada anggota Satgas Dansatgas memberikan semangat dan dukungan moril. 

"Saya selaku Dansatgas TMMD 24 jam seluruh kegiatan saya pantau, saya harus pastikan semua kegiatan berjalan lancar aman dan tidak ada kendala, karena seluruh kegiatan TMMD adalah tanggungjawab saya" tegas Dansatgas.




SATGAS TMMD REGULER KE 103 TH 2018 DIM 0725/SRG BERSAMA WARGA KEBUT PENGERJAAN EMBUNG DI SUKOREJO


  

RABU,17 OKT 2018,PKL 13.30 WIB sukorejo,Pendim 0725/srg TMMD reg ke 103 th 2018 yg diadakan oleh dim 0725/srg telah memasuki hari k 3 dalam pengerjaannya semenjak dibukanya program tsb oleh Bupati Srg Dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati pada hari senin,15 okt 2018.

TMMD kali ini mempunyai sasaran fisik yang cukup besar yaitu pengerjaan embung sepanjang 50 m x 30 m x 4 m. sedang waktu yg tersedia hanya ± 30 hari. Oleh sebab itu Letkol Kav Luluk Setyanto M.P.M perintahkan tim satgas tmmd agar langsung tancap gas dalam pengerjaannya."Kami selaku prajurit siap membantu warga dalam pembangunan embung ini karena embung ini memang dibutuhkan oleh warga sebagai sarana saluran pengairan sawah warga desa sukorejo"ujar Koptu imam anggota yon armed 4/Nagapaksa yang tergabung didalam tim satgas dim 0725/srg.

begitu pula menurut Bp.Yudi (36) warga sukorejo mengatakan pembangunan embung ini telah mencapai ± 40% yang insya Allah dg pengerjaan bergotongroyong trs menerus dan ketersedian bahan dan alat yg memadai embung ini akan selesai kurang dari 30 hari.beliau jga mengatakan tidak masalah bahkan senang harus mengerjakan embung ini dri pagi sampai sore dan berpanas ria demi terselesaikannya embung ini.karena embung ini disamping digunakan untuk pengairan sawah warga jg akan dijadikan t4 wisata ds sukorejo.




TNI BERSAMA WARGA BERAKSI DI JALAN DESA SUKOREJO


  

Rabu, 17 Oktober 2018 Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke 103 di wilayah Kodim 0725/Sragen melaksanakan kegiatan fisik pelebaran dan pengecoran jalan yang membentang sepanjang 1200m yang menghubungkan dua dukuh yakni Dk.Segagan dan Dk. Sukorejo awalnya jalan tersebut merupakan jalan setapak dengan adanya program TMMD Reguler ke 103 yang dilaksanakan Kodim 0725/Sragen, jalan setapak dirubah menjadi jalan cor rabat beton dengan lebar  3 meter.

Ada lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni kedua wilayah itu menginginkan akses jalan yang lebar untuk memudahkan transportasi di sekitar kebun mereka hari ini yang menjadi harapan dan keinginan warga Dk.Segagan dan Dk.Sukorejo dapat terlaksana.

Pak Slamet salah satu ketua RT Dk. Segagan mengungkapkan program pengecoran dan pelebaran jalan ini sudah di idam-idamkan warga sejak lama karena manfaatnya sungguh terasa bagi warga nantinya, katanya kegiatan ini merupakan perwujudan dari Sila kelima Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia "Sepertinya kita sebagai warga masyarakat harus selalu dekat dengan TNI" ungkapnya.

Selain itu dengan adanya pengecoran dan pelebaran jalan tersebut warga juga bisa dengan mudah memanfaatkan lahan kebun dan hasil panen kebunnya untuk dibawa keluar daerah, hal ini tentu saja bisa menjadikan roda perekonomian warga menjadi lebih baik.

Program TMMD Reguler ke 103 Kodim 0725/Sragen di Ds.Sukorejo Kec.Sambirejo ini  melibatkan ratusan prajurit TNI, diantaranya Batalyon Armed, Batalyon Kavaleri, Zeni, Kesdam IV /Diponegoro dan TNI AU.




DUA JEMPOL UNTUK SEMANGAT WARGA SUKOREJO


  
Rabu,  17 Oktober 2018 pukul 14.00 Wib terlihat kepedulian dan kesemangatan para warga dan aparat TNI dalam mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-103 Kodim 0725/Sragen di wilayah Dusun Sukorejo Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen.

Antusias warga dan masyarakat setempat terasa begitu besar dengan melibatkan diri serta berperan aktif dalam mendukung dan bekerja sama serta saling bergotong - royong meratakan tanah dan memindahkan batu-batu yang akan di buat untuk pengecoran jalan bersama prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) di lokasi sasaran fisik TMMD Reg ke 103 tahun 2018 di Dsn. Sukorejo Kec.  Sambirejo Kab.  Sragen layak untuk mendapatkan apresiasi positif.

Hal tersebut sangat pas diberikan karena para warga bekerja sepenuh hati.  Kendati cuaca yang panas dan terik karena sinar matahari yang membakar kulit, masyarakat tetap tidak surut semangat dalam membantu prajurit Satgas dilokasi TMMD. Warga terus saja bersemangat,  bekerjasama, bahu membahu sampai tak kenal lelah untuk mengerjakan proyek TMMD hingga mencapai target untuk hari itu.

Dengan melihat para prajurit TNI (Satgas) pagi hari sudah mulai berangkat berjalan menuju lokasi TMMD, warga pun tergerak hatinya dan berbondong-bondong tanpa sebuah komando. Para warga langsung membaur dengan prajurit TNI. Tidak pandang itu laki laki, perempuan, tua muda, bahkan kakek-kakek pun tidak mau ketinggalan saling membaur bersama pak TNI untuk bekerja. 

Inilah salah satu fenomena kebersamaan masyarakat dan prajurit Satgas TMMD yang dinilai akan menjadi salah satu langkah dalan mempercepat proses berhasilnya pencapaian program TMMD reguler ke 103 tahun 2018 kali ini.




KELUARGA IBU KOIFATUN KETIBAN BERKAH DENGAN KEDATANGAN SATGAS TMMD REG KE 103 KODIM 0725/7SRAGEN




Rabu 17 Oktober 2018 salah satunya IBu Toifatun , 55 Tahun bersama keluarganya warga Dk. Pondok Ds. Sukerejo Kec.Sambirejo ini tidak seperti biasanya tetapi kali ini super sibuk karena Warung es campur dan gorengan milik Ibu Toifatun tepat berada di depan lokasi TMMD serentak menjadi rame tidak seperti biasanya bagaimana tidak dari mulai pagi sampe sore dagangan Es campur Ibu Toifatun ludes alias laris manis di serbu anggota Satgas TMMD yang kehausan karena memang saking panasnya cuaca di lokasi  TMMD.

Menurut salah satu Anggota Satgas TMMD Reg ke 103   Praka Wahyu Yusnandar dari Armed 3/105 TRK Magelag mengatakan  Es campur buatan Ibu Toifatun memang mantap ( Dengan bahasa jawa aku rung marem nek rung nyruput es campure Ibu Toifatun).

Ibu Toifatun dan keluarganya sangat bersyukur dan beruntung sekali dengan adanya TMMD dan Anggota Satgas TMMD Reg ke 103 Kodim 0725/Sragen yang berada di Desanya  mengakibatkan  perekonomian Ibu Toifatun bertambah sampai 3X lipat yang biasanya sehari- hari pendapatan warungnya Rp.300 ribu dengan adanya TMMD sekarang penghasilan sehari lk.800 sampai 1 juta walaupun capek tapi saya senang kata Ibu Toifatun begitu juga warga Desa Sukorejo sangat senang dengan adanya Pengecoran jalan sehingga Tranportasi perekonomian menjadi lancar.




MBAH KASNO WARGA DESA SUKOREJO RELAKAN TANAHNYA DIBUAT JALAN TEMBUS


  

Rabu, 17 Oktober 2018 Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0725/ Sragen resmi dibuka pada hari Senin,15 Oktober 2018 kegiatan fisik rabat beton dan pelebaran jalan merupakan salah satu program TMMD Reguler ke 103 yang dilaksanakan Kodim 0725/Sragen untuk merubah jalan setapak menjadi jalan rabat beton dengan lebar 3m dan panjang 1200m yang menghubungkan antara Dk.Segagan dengan Dk.Sukorejo Ds.Sukorejo Kec.Sambirejo Kab.Sragen.

Mbah Kasno (61 th) warga Dk. Pondok RT.09 Ds. Sukorejo adalah salah satu dari puluhan warga yang turut merelakan tanahnya untuk pelebaran jalan,  mbah Kasno mengatakan bahwa dia dan warga lainya rela dan Iklas  justru sangat senang dengan adanya program ini.

Mbah Kasno menceritakan dengan memberikan sebagian tanahnya dia sama sekali tidak merasa dirugikan dan justru malah mendapatkan banyak keuntungan dari program tersebut, pasalnya harga tanah di sekitar lokasi langsung naik drastis, sebelum jalan tersebut dibuat harga tanah hanya sekitar 20 juta perpetaknya (250 m²) itupun sangat jarang warga yang tertarik membeli tanah diwilayah tersebut dengan alasan akses jalan yang hanya bisa dilalui dengan sepeda motor, bahkan jika musim penghujan tiba jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh sepeda motor karena kondisi jalan yang becek dan licin.

Dengan adanya pengecoran dan pelebaran jalan tersebut, harga tanah disekitarnya mulai naik drastis, baru - baru ini setelah adanya pemberitahuan dari pihak kantor desa setempat tentang adanya program ini ,Sutrisno (40th) salah satu warga Dk.Segagan yang juga mempunyai tanah di sekitar jalan tersebut mengaku tanahnya telah dibeli oleh warga dengan harga Rp.30 juta setiap satu petak (250 m²),warga sangat senang dengan adanya program ini,disamping bisa membantu menaikan harga jual tanah, warga juga sangat terbantu dan dimudahkan dalam hal transportasi baik pada musim kemarau maupun musim hujan.




SEMANGAT BEKERJA AKAN BERBUAH HASIL YANG BAIK


  

Hari Rabu tanggal 17 Oktober 2018 pukul 13.00 Wib, Cuaca terik hari ini tidak menyurutkan semangat warga masyarakat dan aparat TNI di Ds.  sukorejo kecamatan Sambirejo untuk saling bahu membahu melaksanakan pengecoran jalan dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg ke-103 Kodim 0725/Sragen tahun 2018. 

TMMD reguler ke-103/Kodim 0725/Srg sudah berjalan 3 hari  semenjak di bukanya pada hari Senin tanggal 15 Oktober 2018 kmoleh Bupati Sragen yang mana di hadiri juga oleh Pangdam IV/Diponegoro. Kerja sama antara TNI dan warga masyarakat terlihat sangat kompak rukun dan penuh semangat.

Kesemangatan kerja para warga masyarakat tidak lain karena mereka bangga dan senang melaksanakan pekerjaan yang di bantu oleh aparat TNI. Di samping itu juga suatu impian yang akan segera terwujud yakni fasilitas jalan yg baik bagi mereka untuk dilalui dan lewati untuk menopang kebutuhan hidup sehari hari. Begitu juga sebaliknya,  sebagai aparat TNI pun sangat gembira dan bersemangat karena dapat melaksanakan kerja nyata di tengah tengah masyarakat,  sehingga pekerjaan yang beratpun terasa ringan berkat kerja saling bantu membantu antara TNI dan warga masyarakat. 

Pengecoran jalan tersebut di laksanakan dengan cara manual artinya tidak menggunakan truk molen. ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan tenaga yg eksta, namun karena  kerja sama yang baik antara TNI dan rakyat, maka pekerjaan yang berat  bisa menjadi ringan yang Al hasil warga dan aparat yakin bahwa semua akan selesai sesuai program waktu yg ditentukan.




BIDAN DESA SUKOREJO KECAMATAN SAMBIREJO 24 JAM SIAP MEMBANTU SATGAS TMMD REG KE 103 KODIM 0725/SRAGEN



Rabu 17 Oktober 2018, Poliklinik Kesehatan Desa Ngudi Waluyo Ds.  Sukorejo,Kec. Sambirejo Kab. Sragen Prov. Jawa Tengah yang dipimpin oleh seorang Bidan Desa bernama Darmi Amd.Keb  siap membantu dan dapat  di gunakan oleh anggota satgas TMMD Reg ke 103 apabila membutuhkan pertolongan medis, Bu Bidan pun mempersilahkan apabila Poliklinik Kesehatan Desa Ngudi Waluyo akan digunakan sebagai Posko Kesehatan Satgas TMMD.

Saya sendiri  sebagai Bidan Desa akan selalu siap 24 Jam apabila anggota Satgas TMMD membutuhkan bantuan Kesehatan, bahkan suami saya pun siap dan bersedia membantu  apabila pada saat itu kami sedang tidak ada di Polindes maka silahkan saja langsung datang ke rumah kami di Dk. Pondok RT.10 Ds.Sukorejo,Kec.Sambirejo,

 Dengan adanya  TMMD Reg ke 103 di Desa kani  dengan agenda  salah satunya programnya  pembuatan Embung, Pengecoran jalan desa dan yang lainnya itu semua  akan membantu dan mengangkat serta mendongkrak Pariwisata serta menambah Devisa Perekonomian antara Desa yang satu dengan Desa yang lainnya secara lancar.

 Selaku Bidan Desa itu sudah tugas kami dalam memberikan pelayanan kesehatan baik kepada balita, ibu hamil, lansia dan seluruh masyarakat Desa Sukorejo dan sekitarnya di tambah sekarang anngota Satgas TMMD Reg ke 103 Kodim 0725/Sragen yang membutuhkan pelayanan Kesehatan,Kami juga selaku Bidan Desa dan seluruh warga Desa Sukorejo,Kec.Sambirejo mengharapkan agar sasaran TMMD  Reg ke 103 Kodim 0725/Sragen Tepat dan dapat tercapai supaya sinergitas dalam pelayanan masyarakat bisa terwujud.




KEAKRABAN TNI RAKYAT BUKTI KUAT KEKUATAN ALAM SEMESTA YANG KITA JAGA BERSAMA



  
Gelaran TMMD Reguler ke-103 Kodim Sragen semakin dekat dengan rakyat. Kekompakan dan keakraban TNI Satgas TMMD dan warga Desa Sukorejo semakin jelas terlihat. Hal itu ditunjukkan ketika TNI dan warga saat pengerjaan  jalan yang sedang dicor pada hari ini Rabu 17 oktober   2018, Alhasil, semua sasaran fisik TMMD sudah dalam tahapan berjalan sesuai tujuan  yakni pembangunan/betonisasi jalan, pembangunan/renovasi rumah tidak layak huni RTLH dan pembangun embung/waduk serta pembangunan jamban bagi warga. Pekerjaan tersebut tergolong berat, sehingga membutuhkan kerja sama, untuk meringankan sampai menjelang berakhirnya TMMD di Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen. 

Memang istilah "Berat sama dipikul,ringan sama dijinjing" adalah prinsip yang selalu pakai oleh TNI satgas TMMD Kodim Sragen dan warga Desa Sukorejo yang sedang melaksanakan pekerjaan sasaran fisik TMMD sampai dengan akhir kegiatan sebelum TMMD ditutup. ”Dengan mempraktekkan prinsip itu, pekerjaan berat terasa menjadi lebih ringan,” ungkap Sutrino(45) panggilan pakde rino warga desa segagan rt 14 yang selalu aktif ikut gotong royong merampungkan pengurukan kanan kiri jalan yang selesai dibeton.

Dengan cara itu, kebersamaan TNI dan warga  pada kegiatan  TMMD Reguler ke 103 th. 2018 Kodim 0725/Sragen benar-benar semakin menyatu dan semakin hari semakin meningkat sebelum jelang beakhirnya helatan TMMD di Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo .

Menurut Pasiter kodim 0725/SRG Lettu Inf Suhardi, sebelum TMMD secara resmi ditutup, pihak TNI Satgas TMMD Kodim Sragen dan warga desa siap menyelesaikan sasaran fisik semaksimal mungkin. "Dengan adannya TMMD, ternyata membawa dampak positif. Masyarakat tergugah semangatnya untuk berpartisipasi aktif, melalui sosialisasi yang kita laksanakan di desa sasaran maupun di desa sekitarnya,




AKSI SRIKANDI SUKOREJO BERSAMA SATGAS TMMD DIM 0725/SRG BERGOTONG ROYONG NGECOR JALAN PROYEK TMMD REGULER KE 103 TH 2018



  
Sukorejo, Rabu 17 OKT 2018. TMMD ke 103 th 2018 yg diadakakan dim 0725/srg hari ini memasuki hari ke 3 dalam pelaksanaannya.Tampak suasana guyub dan antusiasme yg tinggi warga dan tim satgas dalam mengerjakan pengecoran jalan. yang mana jalan tersebut merupakan jalan tembus yang menghubungkan 2 desa yaitu antara ds. segagan dan ds sukorejo yg panjangnya ± 1200 m.

Namun dalam pelaksanaan hari 3 ini agak sedikit berbeda, dimana para perempuan paruh baya tetap semangat mengecor jalan bersama tim satgas tmmd dim 0725/srg.
seperti halnya Mbah karsini (60) layaknya laki2, perempuan paruh baya ini begitu piawai bersama rekan2 wanita paruh baya yg lainnya dalam memasukkan batu koral kedalam ember2 kecil untuk dicampurkan kedalam adukan semen di mesin molen dalam pengecoran jalan tembus 2 desa sepanjang 1200m.

Menurut Mbah Karsini (60) yang tinggal di rt 15 dk palangan ds sukorejo, kec sambirejo yang merupakan ibu dari 9 orang anak ini, dia ikut ambil bagian dalam gotong royong pengecoran jalan karena beliau merasa senang dengan adanya bapak2 tni yang mau membantu desanya dalam pembangunan jalan tembus ini. disamping itu jga dikarenakan suaminya padmo (80) tdk bisa ikut ambil bagian gerakan pengecoran jalan dikarenakan sakit lumpuh menahun. Walaupun begitu mbah Karsini merasa ikhlas dan senang dalam membantu tim satgas tmmd dim 0725/srg.

hal senada jg diutarakan oleh mbah gito (65) dan mbah sri dayati (58),mereka yang keadaanya tidak jauh berbeda dg mbah karsini, mereka ikut juga dalam pengerjaan pengecoran jalan desanya. Mereka semua terpanggil dan tergugah hatinya karena kecintaan mereka terhadap desanya yang sedang membangun demi kemajuan desa dan menghidupkan roda perekonomian warga.




KEUNIKAN KEUNIKAN DALAM TMMD REG. KE 103 TH. 2018 DI WILAYAH KAB. SRAGEN


  

Kebersamaan dan kekompakan anggota satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018 Kodim 0725/SRAGEN dengan masyarakat kelurahan sukorejo kecamatan Sambirejo kabupaten Sragen tidak hanya pada saat berdinas di satuan tetapi pada saat satgas tmmd di sragen mengangkut adukan semen dan pasir dari momen terlihat kompak.

Lettu kav mujiono salah satu anggota satgas TMMD terlihat akrab pada anggotanya dan saling meunggu tumpahan adukan semen dan pasir dari molen yang akan di geser ke jalan, prada Sutrisno (22) anggota yon kav 2, prajurit ini asli kelahiran sumatera dia punya cara unik mengantrikan angkongnya saat senggang (waktu saat warga tidak mengantri) sembari menunggu adukan jadi (selesai)

warga masyakarat dusun Sanggan RT 15 saat  bersama disela-sela kesibukan dalam pekerjaan pembuatan  jalan bisa menghibur para prajurit dengan tujuan mengurangi ketegangan karena terik matahari yang menyengat agar suasana tetap ceria

Suasana yang begitu nyaman dan terasa akrab nampak di wajah mereka berbincang serta bersenda gurau sambil menikmati makanan ubi, ketela rebus es teh selain itu juga warga membawa makanan seadanya untuk menambah stamina agar kerjaan cepat selesai.

Pak Sarimin (55) warga sanggan  berharap Kegiatan  bersama separti ini mampu membuat suasana lebih akrab, lebih harmonis dan dan berkesan baik serta bisa melepas lelah disela istirahat  bekerja dalam kegiatan TMMD ini.

“Baru kali ini kami bisa bekerja  bersama bapak-bapak TNI suatu kehormatan bagi kami warga desa bisa kerja bareng seperti ini karena hal ini jarang terjadi dan apalagi ada keunikan-keunikan yang positif yang dapat mengenang kebaikan para TNI yang ditugaskan di wilayah sini, merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan,” ujar dari bp.sarimin.




Rabu, 17 Oktober 2018

APEL TIGA PILAR TINGKATKAN SINERGISITAS TNI, POLRI DAN PEMERINTAH



Pada tanggal 17 Oktober 2018 pukul 10.50 s.d 12.30 Wib bertempat di GOR Diponegoro Kab.Sragen telah dilaksanakan Apel 3 Pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kades/Lurah) dalam rangka Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di wilayah Kab.Sragen bertindak sebagai Irup Irjen. Pol Drs. Condro Kirono , MM.,M.Hum (Kapolda Jateng) dan Mayor Jenderal TNI Wuryanto, S. Sos, M.Si (Pangdam IV/ Diponegoro), sebagai Danup Kapten Arh Sugeng Riyanto (Danramil 10/Tangen) yang dihadiri lk. 750 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Mayor Jenderal TNI Wuryanto, S.Sos, M.Si (Pangdam IV/ Diponegoro), Irjen. Pol Drs. Condro Kirono, MM.,M.Hum (Kapolda Jateng), Kolonel Inf Widi Prasetijono (Danrem 074/Warastratama), Kolonel Inf Satyo Aryanto (Aster Kasdam IV/Dip), Kolonel Arh Zainudin (Kapendam IV/Dip), Letkol Inf Achsin (Kasiter Rem 074/Wrt), Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto, M.P.M, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, SIK, MH, dr.Hj.Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Bambang Samekto,SH.,MH (Ketua DPRD Sragen), Bambang Widjo Purwanto,SH.,MH (Wakil Ketua DPRD Sragen), Ngatmin Abbas,S.Ag.,M.Pi (Ketua KPU Sragen), Dwi Budhi Prastyo S. FIl.I (Ketua Bawaslu Sragen), Rosyan Triyanto SH (Panitera Pengadilan Negeri Sragen mewakili Ka PN Sragen), Drs. Mahmudi, M.Ag (Ketua FKUB Sragen), KH.Minanul Aziz, M.Ud (Ketua MUI Sragen), Danramil dan Kapolsek Se Kab.Sragen, Ka Badan Dinas Intansi terkait Kab.Sragen, Perwakilan tiap-tiap Parpol Kab.Sragen, Toga,Tomas Kab.Sragen serta Tamu undangan.

Inti pengarahan oleh Irjen Pol Drs. Condro Kirono, MM.,M.Hum (Kapolda Jateng) maksud dan tujuan kedatangan kami untuk bersilaturahmi dengan bapak ibu semua, Kapolda telah mengevaluasi kegiatan apel 3 Pilar tahun 2017 lalu di Klaten hanya perwakilan saja oleh karenanya tahun 2018 kita yang turun ke Kab/Kota untuk bertemu dengan bapak ibu semua dan alhamdulilah kita ditunjukkan beberapa kreativitas yang luar biasa, termasuk dengan tempat apel ini karena cuaca panas kita ditempatkan di gedung ini dan banyak juga kegiatan trobosan yang luar biasa dari Kodim dan Polres Sragen.

Kapolda dan Pangdam ditunjukkan juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berprestasi yang dapat melayani masyarakat segenap hati, karena mereka merupakan pimpinan terdepan bagi masyarakat untuk menghadapi permasalahan bidang pemerintahan, bidang kepolisian dan teritorial pertahanan keamanan, oleh karenanya 3 Pilar ini diharapkan warga masyarakat untuk bisa memecahkan permasalahan/persoalan dan problem warga masyarakat, undang-undang desa sekarang mengamanahkan desa untuk menjadi subyek pembangunan desa tidak hanya obyek pembangunan saja dan 3 Pilar ini bisa menjaring aspirasi warga kemudian meneruskan ke pimpinan atas atau menyelesaikannya sendiri.

Kapolda minta Kapolres, Dandim dan Bupati dapat dan bisa memfasilitasi problem warga yang sudah ditampung oleh 3 Pilar ini karena hari demi hari yang terua berasa ditengah masyarakat adalah Bapak ibu semua, seperti dalam aspek kehidupan yang mengurusi adalah berada didesa dan kita perlu mengasah diri karena kalian adalah ujung tombak, kita harus bisa mengasah hati nurani kita untuk merebut hati masyarakat, melayani masyarakat dan menyelesaikan problem masyarakat. untuk itu kita harus turun tangan ke desa, jangan mudah angkat tangan dan sampaikan kepada Forkompimda kalau perlu sampai ke tokoh agama dan untuk itu kami berharap apabila ada persoalan kita selesaikan, mari kita wujudkan desa kita yang aman tentram jangan sampai ada kejadian narkoba, paham radikal, intolreansi yang berakibat paham radikal berkembang dan Saya berharap 3 pilar ini bisa menyelesaikan persoalan apapun yang ada di wilayah desa dan saya minta 3 harus kompak, solid dan bersinergi karena setiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan kekompakan tersebut, kalau sudah seperti itu rakyat akan percaya kepada kita dan kita harus terus menerus merebut hati rakyat kita.

Saat ini kita sudah memasuki tahapan kampanye pemilu 2019, pemilu ini masa kampanye panjang sekali, KPU dan Bawau dengan aturan harus bisa meredam kontestasi ini agar bisa berjalan dengan aman, banyak di dunia maya banyak berita hoak dan untuk itu kita harus menjaga wilayah kita agar dalam pelaksanana oemilu dapat berjalan aman, kalau ada persoalan agar segera dilaporkan supaya dapat terselesaikan. Kita tahu mesin politik ini sudah berputar dari tingkat pusat sampai dengan ranting, harapanya 3 pilar ini harus bisa menjadi olinya agar mesin tersebut tidak over head dan kami harapkan agar bertanggungjawab agar dapat mewujudkan pemilu yang aman kondusif, demokratif kita juga bisa mengajak masyarakat untuk berpartiripasi dalam melaksanakan pemilu, dan dapat memilih sesuai dengan hati nurani, jangan golput karena ini merupakan index demokrasi dan kita akan memberikan pengamanan yang sama, dan kita saksikan tadi TNI,Polri, ASN netral, kita akan berikan pengamanan dan pelayanan yang sama untuk kedua calon dan tentu saja kita akan bersikap Netral.

Inti pengarahan Mayor Jenderal TNI Wuryanto, S.Sos, M.Si (Pangdam IV/ Diponegoro) mengungkapkan bahwa kegembiraan dan kebanggaan dalam pelaksanana tugas ini harus kita pacu kembali untuk dapat melaksanakan tugas kedepan, kebanggaan yang kita dapat tentu merupakan kebanggakan kita karena melaksanakan tugas dengan baik, kita tentu ingin meningkatkan kinerja kita dan dapat memberikan hasil yang optimal dan nasyarakat tentunya mengarapakan kehadirian kita, untuk itu kita harus mengevaluasi kinerja kita sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita semua dan bagaimana pelaksanan kegiatan kerja pada tahun kemarin yang solid, kebersamaan dan menciptakan sinergitas yang luar bisaa itu semua sudah kita lakukan.

Tentunya kita mengetahuinya bahwa hasil yang dicapai bapak ibu semua memuaskan dan mendapatkan apresiasi dan luar bisa menjadikan Sragen yang kondusif  dan menjadikan Jawa Tengah paling kondusif tetapi apakah keberhasilan itu apakah sudah menjadi kebanggaaan kita begitu saja, oleh karenanya apabila masih kurang maksimal maka alangkah hebatnya luar biasanya hasil sepeti itu sudah diakuai secara nasional, apalagi kita tingkatkan lagi dengan baik tentunya Sragen ini akan menjadi semakin hebat dan luar biasa, tentunya dapat memberikan kontribusi yang luar bisa bagi Jawa Tengah dan Indonesia.

Hari ini kita saksikan adannya deklarasi pemilu damai, saya kira bukan hanya ucapan saja terkait dengan pemilu damai dan netralitas saja, kebetulan hari ini lengkap ada toga dan tomas bahwa untuk TNI Polri dan ASN kita sepakat untuk metral, ini harus menjadi keyakinan bagi seluruh peseta pemilu dan kontestan bahwa kami adalah netral, dan masyarkat harus tahu betul bahwa semua peserta pemilu sudah berkomitmen itu dilaksanakan dengan damai sehingga permasalahan pemilu 2019 itu selesai hari ini karena kita sudah sepakat dan kita tinggal mendorong hasil yang kita laksanakan disini.

Beliau mengajak dan menghimbau kepada peserta apel 3 pilar ini bahwa kebersamaan soliditas akan membawa sesuatu yang luar biasa, bahwa kita semakin mengingatkan bahwa kita tidak sendiri karena ada masyarkat dan peserta pemilu untuk menjaga sragen dapat kondusif dalam pelaksanaan Pemilu, dalam melaksanakan apapun selalu koordinasi dan selalu berkerja tidak pernah akan ada persoalan yang akan muncil dari tingkat kabupaten dan propinsi, karena sebelumnya persoalan sudah bisa dideteksi dari desa, kemudian dengan kebersaamaan 3 pilar ini dan dibantu dengan toga, tomas maka persoalan tersebut akan selesai sehingga para pemimpin tingkat nasional tidak memikirkan hal yang tidak perlu, namun dapat memikirkan kepentingan nasional yang penting lainnya.

Beliau mengucapkan terima kasih karena Sragen dapat melaksanakan dan memberikan pemilu yang kondusif, aman dan damai,  sehingga roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik, beliau beserta bapak Kapolda merasa sangat bangga berada ditengah bapak ibu sekalian sehingga untuk menghadapi kinerja yang tidak semakin ringan mari kita bangun Sragen untuk menjadi masarakat yang sejahtera dan damai serta Sragen dapat berkontribusi untuk Jawa Tengah untuk melaksanakan pemilu dengan masyarakat yang damai, aman dan kondusif.





KESENIAN WAYANG KULIT BAKAR SEMANGAT DIMALAM PERTAMA SATGAS TMMD DIM 0725/SRG DAN WARGA SUKOREJO


  

TMMD Reguler ke 103 th 2018 sebagai bentuk Bhakti TNI kepada Ibu kandung nya bekerjasama dg departemen pemerintahan dri tingkat provinsi hingga daerah guna menjalin silahturahmi antara tni dan masyarakat serta memupuk rasa gotongroyong dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dilingkungan masyarakat. oleh sebab itu lurah ds sukorejo bp kristanto hadirkan hiburan wayang kulit sbg bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih warga sukorejo dg hadirnya giat tmmd didesanya.

Dalam giat hiburan kesenian wayang kulit malam hari ini dihadiri oleh Dandim 0725/Srg letkol kav luluk setyanto M.PM beserta seluruh jajaran danramil dim 0725/srg, juga dihadiri bp sekda srg dan seluruh kades se kec. sambirejo dan warga sukorejo dan sekitarnya disamping itu juga guna menggugah rasa gotong royong serta persatuan dan kesatuan warganya dg tni melalui hiburan wayang kulit dg dalang ki joko senden dan ki phutut wijanarko dg lakon babat wanamarta, disamping itu menurut kristianto hiburan wayang kulit ini dapat memberikan semangat kerja kembali kepada warganya dan tim satgas tmmd dim 0725/srg yg telah seharian penuh mengikuti prosesi upc. pembukaan tmmd reguler ke 103 th 2018 yang cukup melelahkan.

hal senada jg disampaikan oleh dansatgas tmmd reg k 103 bp letkol kav luluk setyanto M.PM dalam sambutannya bahwa kehadiran prajuritnya ditengah2 warga ds sukorejo diharapkan dapat membantu warga ds sukorejo dalam pelaksanaan giat membangun desanya dan diharapkan giat tmmd ini dpt menambah keakraban antara tni dan masyarakat.




PERAN KAUM HAWA DALAM TMMD REGULER 103 SRAGEN




Sragen TMMD yg secara resmi dibuka bupati sragen dr Hj kusdinar untung yuni sukowati pd senin 15 oktober 2018 kemaren juga melibatkan kaum hawa atau ibu-ibu warga desa Sukorejo Rt15 dk segagan yg berkehidupan sehari-hari membantu suami bercocok tanam disawah punya cerita unik.

Dengan adanya TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa)didesa mereka para ibu2 ini mendirikan dapur umum guna mendukung kegiatan TMMD REG TA. 2018
Dr penuturan ibu tatik selaku orang yang dituakan menyampaikan bahwa, tanpa disuruh  ibu-ibu ini secara suka rela memanen hasil bumi(kacang,jagung,dan umbi-umbian) mereka memasak dr pukul 05.00 sampai selesai.

Kemudian jg menyiapkan mkn pagi,siang,sore buat bapak-bapak TNI dan warga yg secara bergotong royong membuat jalan tembus antara dk segagan Rt15 dngn ds sukorejo Rt07 berkata ". Kasihan bapak-bapak TNi Ini kerja tdk kenal lelah dan waktu biarpun panas kayak apapun tetap kerja" kata ibu tatik, dan berharap agar para ibu- ibu tetap memberi semangat kepada bapak bapak TNI untuk dapat menyelesaikan program jalan tembus dapat segera selesai dengan baik dan warga sekitar dapat segera merasakan manfaat TMMD REG TA.2018 ini.





<CENTER>SEMANGAT KOPTU SIGIT</CENTER>

    Kamis 18 Oktober 2018 pukul 10.00 Wib,  di sebuah lokasi di Ds. Sukorejo sedang berlangsung giat pembangunan embung dalam rangka T...