Rabu, 31 Oktober 2018

SATGAS DI BANTU WARGA PERBAIKI POMPA DAN SALURAN AIR


  
Rabu 31 Oktober 2018. Kerjasama yang baik dalam rangka mendukung tugas pokok TMMD Reg ke-103 TA 2018 Kodim 0725/Sragen, guna terwujudnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Anggota satgas TMMD melaksanakan pengecekan pompa air, dan memperbaiki selang-selang yang bocor, supaya dalam melaksanakan pekerjaan  pengecoran jalan di Desa Sukorejo tidak terhambat  masalah kekurangan air.

Pengecekan ini dilakukan karena mengingat pekerjaan pembangunan jalan membutuhkan air yang cukup banyak, sementara sumber air, berada di lokasi yang cukup jauh dari lokasi pengecoran jalan di desa sukorejo.

Lettu Kav Mujiyono dan  anggota satgas dari Yonkav 2/Tc, yang membantu perbaiki mesin pompa air bersama warga. Menurut beliau bahwa keberadaan pompa air sangat menunjang pembangunan pengecoran  jalan dan untuk kebutuhan rumah tangga bagi warga sekitar lokasi tersebut.

“Air sangat dibutuhkan, sebab digunakan untuk kelancaran pengecoran jalan.  Oleh karena itu, kami meminta kepada warga agar ikut bersama-sama melakukan pemeliharaan dan perawatan, terhadap pompa air tersebut, sehingga pompa tidak mengalami kerusakan dan kebocoran-kebocoran pada pipa pipa yang terbuat cuma dari plastik,” ungkapnya.

Kegiatan seperti ini juga dimanfaatkan untuk memelihara hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik dengan warga sehingga terjalin kedekatan dan kerjasama yang baik antara TNI dengan warga masyarakat.

Sementara itu Suwarno (49) salah satu tokoh masyarakat mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada para anggota satgas TMMD yang sudah susah payah melaksanakan perbaikan terhadap pompa air yang rusak.  Semoga dengan kegiatan ini, kebersamaan dan kerjasama yang yang selama ini sudah terjalin dengan baik, akan bertambah baik lagi.

Warga yang Lainpun ikut merasa senang karena pompa air di sumur desanya telah di perbaiki. Harapannya pompa dan sumur setelah di perbaiki dan di rawat supaya awet dan air pun lancar. Dengan demikian kedekatan antara warga dan TNI semakin erat.




16 HARI PELAKSANAAN TMMD GETHUK DAN UBI REBUS MASIH MENJADI MAKANAN FAVORIT SATGAS



  
TMMD  Reguler ke 103 Kodim 0725/Sragen di desa Sukorejo terus berjalan, seperti hari - hari biasanya anggota Satgas  mendapatkan suguhan makanan alakadarnya dari masyarakat sekitar. 

Warga menyuguhkan makanan camilan berupa Gethok, Ubi Rebus dan juga hidangan minuman.Serentak hidangan yang disuguhkan warga tersebut di serbu oleh Satgas TMMD 103.

Ditengah – tengah waktu istirahat dimana matahari sedang memancarkan terik sinarnya mereka Satgas TMMD 103 beristirahat sambil menyantap suguhan yang diberikan oleh masyarakat setempat. Memang sangat cocok sekali di suasana yang terik Matahari hidangan minuman sungguh menjadi alernatif untuk menghilangkan dahaga saat melakukan pekerjaan.

Serda Mustofa,salah satu anggota Satgas dari Kodim 0725/ Sragen mengaku, bahwa gethok dan ubi rebus sudah menjadi makanan favoritnya dan rekan - rekan yang lain semenjak mengikuti TMMD ini, mereka merasa sangat senang dengan perhatian dan keiklasan warga yang setiap hari menyuguhkan makanan dan minuman kepada Satgas, makanan ini enak dan cukup bisa untuk mengganjal perut serta non kolesterol."ungkapnya.

Keharmonisan yang terjalin antara Satgas dan warga memberikan kesan yang baik. Bahkan, tanpa ada sekat sedikitpun mereka saling bercanda satu sama lain. Sudah berjalan lebih dari 2 minggu Satgas TMMD 103 dan warga melaksanakan aktivitas dilokasi ini secara bersama – sama sudah sepantasnya keakraban dan kedekatan mereka terlihat sangat harmonis.




MESKIPUN FISIK TAK SEMPURNA PAK SUGIONO TETAP IKUT BANTU TMMD



  
Sukorejo, Rabu 31 Oktober 2018 hari ini sudah 17 hari sejak TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Sragen di buka di desa Sukorejo,Kec.Sambirejo,Kab.Sragen. Salah satunya pak Sugiono, 58 tahun warga Dk. Pondok Lor RT. 09,desa Sukorejo meski terlahir dengan fisik yg tidak sempurna tapi pak Sugiono tetap ikut andil dalam membantu pengecoran jalan yg menghubungkan antara Dk. Segagan menuju desa Sukorejo yang dilakukan oleh anggota satgas TMMD  ke 103 Kodim 0725/Sragen.

Dengan menggunakan  sepeda motor yang sudah di modifikasinya pak Sugiono berangkat dari rumahnya menuju lokasi pengecoran jalan yg jaraknya kira-kira 3 km,Sesampainya di lokasi pak Sugiono memarkirkan kendaraanya dan langsung bergabung dengan bapak (TNI) anggota satgas TMMD dan warga lainya untuk mengangkat batu.

Di sela - sela percakapan dengan salah satu warga bahwa pak Sugiono merasa  senang dan bangga bisa bekerja bersama-sama dengan bak Tentara,Harapan pak Sugiono dengan adanya program (TMMD) Tentara Manunggal  Membangun Desa ini akan menambah keharmonisan hubungan antara masarakat dan TNI yang di laksanakan di desanya dan desanya bertambah maju karena akses jalan sebelumya susah dilewati tetapi sekarang sudah lancar karena jalan penghubung sudah di cor sehingga perekoniman masyarakat desa semakin bertambah. Untuk pengerjaan jalan segera bisa selesai dan bisa di gunakan masarakat banyak khususnya warga desa Sukorejo dan sekitarnya.Kata pak Sugiono.




WARGA DAN TNI PERBAIKI MESIN MOLEN DI LOKASI TMMD


  

Rabu,  31 Oktober 2018.  TMMD REG KE-103 KODIM 0725/SRAGEN. Keberadaan mesin molen (pengaduk material) di lokasi TMMD Reg ke-103 tahun anggaran 2018 Kodim 0725/Sragen merupakan elemen yang vital, dengan sasaran utama pembuatan talut embung yang berlokasi di Desa sukorejo Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen.

Namun, mesin tersebut mengalami trouble sehingga tidak bisa dioperasikan. Meski begitu pelaksanaan pembuatan embung desa tetap dilakukan oleh tim Satgas TMMD bersama dengan puluhan warga desa setempat tanpa menggunakan mesin molen alias mengaduk bahan baku material adonan semen secara manual, 

Pak Tumin (47) warga Sukorejo mengatakan, meski mesin molen ngadat atau rusak kita harus tetap bekerja.  Hal ini untuk mengejar target yang ditentukan termasuk juga mengantipasi cuaca yang sudah mulai masuk musim penghujan.

“Ada standar pemakaian mesin molen ini. Meski mesin molen sudah diistirahatkan sesuai aturan, namun kendala kerusakan mesin tidak menutup kemungkinan terjadi. Meski tanpa mesin molen kami masih bisa melakukan dengan cara manual, sembari menunggu mesin itu selesai, ini juga karena kita bekerja berdasarkan target yang harus tercapai,” ungkapnya

Dengan target tersebut membuat kerja Satgas TMMD dan warga masyarakat menjadi lebih intensif dan ekstra, baik dalam mengangkut material maupun dalam proses pengadukan material menjadi bahan jadi adonan.

Disisi lain menanggapi rusaknya alat utama pengaduk material, membuat TNI dan masyarakat makin bekerja extra, dan membuat hubungan masyarakat TNI menjadi lebih erat. Sama halnya dengan tema TNI yakni “Bersama Rakyat TNI Kuat.




TAK SABAR MENUNGGU RUMAHNYA DI REHAB




Sukorejo,31 Oktober 2018 , Tidak terasa sudah 17 hari berjalan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim 0725/Sragen di desa Sukorejo,Kec.Sambirejo,Kab.Sragen,Prov Jawa Tengah.

Senang bercampur bahagia setelah menunggu kurang lebih 15 hari dari pertama di bukanya TMMD reg 103 Kodim 0725/Sragen di desa Sukorejo,Kec. Sambirejo akhirnya rumah mbah Somo Karyo tiba saatnya giliran di bedah juga oleh (TNI) anggota satgas TMMD. Mbah Somo Karyo 83 tahun warga Dk. Gempol RT. 02 desa Sukorejo ini bingung dan terkaget- kaget setelah rumahnya di datangi sekelompok Tentara yaitu kelompok satgas TMMD. "Enten nopo niki pak kok katah Tentara teng griyo kulo " (Ada apa ini pak kok banyak Tentara datang ke rumah saya) ucap mbah Somo Karyo

Sekelompok tentara  itu membawa kabar baik bahwa rumah mbah Somo Karyo   mulai hari ini akan di rehap dari daftar 8 rumah yg mendapat bantuan RTLH, mbah Somo Karyo mendapat jatah giliran yang ke 6.. Akhirnya yang di tunggu- tunggu datang juga dan lega juga hatinya mbah somo mendengar penjelasan itu perasaan senang dan haru pun tidak bisa di sembunyikan oleh mbah Somo.

Karena sebentar lagi mbah Somo Karyo akan mempunyai rumah baru yg layak huni yang sudah direhap oleh anggota satgas TMMD...mbah Komo Karyo mengucapkan terimakasih kepada pak (TNI) dalam hal ini satgas TMMD reg ke 103 Kodim 0725/Sragen,semoga pak Tentara (TNI) diparingi kesehatan,keselamatan,kekuatan sehingga bisa melanjutkan tugas sampai penutupan TMMD dan target 30 hari dapat tercapai,Imbuhnya.




KODIM 0725/SRG GANDENG KEMENAG BERIKAN CERAMAH NARKOBA DAN MIRAS DALAM GIAT NON FISIK TMMD REG KE 103 TH 2018 DI SMPN 2 SAMBIREJO


  
sambirejo,rabu,31 okt 2018, 09.00 wib Sambirejo Untuk yang kesekian kalinya dalam giat non fisik Tmmd ke 103 th 2018 kodim 0725/srg gandeng kemenag dalam sosialisasi kenakalan remaja di smpn 2 sambirejo.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kapten inf Warisman sbg Perwira koordinator umum giat non fisik, Drs Tri Priyadi M.pd. Kepala SMPN-2 Sambirejo, Drs Dwi Dayat M.ag., Pensosialisasi Kenakalan Remaja dari Kemenag Kab. Sragen, Serma Heri Babinsa Sambirejo serta Siswa Siswi SMPN- 2 Sambirejo.

Mengusung tema pemuda Indonesia jauh dari narkoba dan miras,  Kemenag mengajak Siswa Siswi SMPN-2 Sambirejo untuk menjauhi narkoba dan miras, karena kenakalan remaja berawal dari narkoba dan miras. Oleh sebab itu ada 3 faktor penentu dalam mencegahnya yaitu faktor keluarga, faktor pendidikan,dan faktor lingkungan masyarakat menurut Bpk. Dwi Dayat dri kemenag.

Peran serta orangtua, keluarga, guru dan para tokoh masyarakat diharapkan turut andil mengawasi para remaja jaman now dlm pergaulannya jangan sampai salah jalan atau keluar dari norma2 yang berlaku baik norma agama, norma adat sosial di masyarakat maupun norma hukum dinegara kita tambahnya.

Dengan telah dilaksanakannya kegiatan nonfisik Tmmd ke 103 th 2018 di Smpn 2 Sambirejo berupa sosialisasi kenakalan remaja,  Kepsek Smpn 2 sambirejo bp drs Tri Priyadi meng apresiasi giat disekolahnya.  Menurut Beliau SMP kami adalah sekolah yang berkarakter dan merupakan sekolah SMPN favorit  d wil kec Sambirejo, karena disokolah ini siswa siswinya digembleng dg guru2 profesional dan berstandar nasional.

jadi beliau berharap siswa siswinya menjadi siswa yg berkarakter dan bsa mnjadi suri tauladan bagi teman2nya dan contoh untuk sekolah2 lainnya tambah Bp Drs Tri Priyadi M. pd yg sdh 20 th mengabdi d sekolah ini. Kapten Inf warisman jg menyampaikan pesan agar para Siswa Siswi SMPN-2 Sambirejo dpt menumbuh kembangkan jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan dalam mengisi kemerdekaan dg prestasi yg membanggakan. karena masa depan bangsa ini ada ditangan para generasi mudanya.



MBAH SATIRAH TERHARU DIBUATKAN JAMBAN OLEH TNI



  
Sragen, Rabu 31 Oktober 2018. TMMD telah dilaksanakan 17 hari berjalan sampai hari ini didesa Sukorejo, Kec. Sambirejo, Kab. Sragen dan salah satunya juga sasaran jambanisasi yang bikin janda sebatangkara ini menangis terharu tiada henti.

Hidup yang sehat adalah dambaan semua orang Termasuk mbah Satirah wanita 57th, pekerjaan buruh tani,   warga Ds. Sukorejo Rt 08, Kec. Sambirejo Sragen ini hidupnya tergolong orang perlu diberi bantuan (miskin) dari tetangganya. 

Mbah Satirah yang hidup tanpa anak dan suami ini sehari hari harus banting tulang peras keringat untuk mencukupi hidupnya sendiri, jangankan untuk bikin rumah jambanpun mbah Satirah juga kurang mampu, ujar tetangganya bernama ibu Sumirah. 

Pengakuan juga disampaikan oleh ibu Sumirah bahwa di desa sini sebenarnya masih banyak warga yang penghidupannya kurang mampu seperti juga sampaikan oleh pak Sugiarto (mantan Kades ds. Sukorejo), bahwa mbah Satirah  selama ini jika mau BAB nunut di rumahnya, ujarnya.
  
Mbah Satirah mengaku bahagia terharu mendapat bantuan jamban dari program TMMD REG KE 103 TA. 2018 ini, Mbah Satirah juga mengaku bahwa dirinya tidak menyangka akan mendapat bantuan jamban dari pak Tentara, maturnuwun Gih pak Tentara mugi-mugi amal kesaenan penjenengan dilintu saking gusti Allah SWT, ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh pak. Sutrisno (mantan Kades Sidorejo) mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI yang sudah membuatkan jamban untuk mbah Satirah untuk hidup sehat, ujarnya.




TUJUH PELANGGARAN AKAN DITINDAK TEGAS DALAM OPS ZEBRA CANDI 2018 DI POLRES SRAGEN


  
Apel gelar pasukan operasi kepolisian dengan sandi Zebra 2018, di gelar hari ini di lapangan Mapolres Sragen, Selasa (30/10/2018). Apel di laksanakan serentak oleh jajaran kepolisian seluruh daerah di indonesia terkhusus di Mapolres Sragen Polda Jawa Tengah, dipimpin Kapolres AKBP Arif Budiman dengan sandi “Operasi Zebra Candi 2018”.
\
Apel diikuti oleh seluruh personil Polres, perwakilan personil baik personil pemerintah daerah maupun TNI Kodim 0725, Sub Denpom IV/ 4 Sragen, TNI Yonif 408 Sragen. Hadir pula mendukung kegiatan Operasi Zebra Candi 2018, Forkopimda kabupaten Sragen yang di wakili diantaranya oleh Wakil Bupati Dedy Endriyatno, Dandim 0725 Sragen, Dan Sub Denpom serta Dan Yonif 408.

Kapolres dalam sambutannya membacakan amanat Ka Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs Refdi Andri M.Si mengatakanApel gelar pasukan ini untuk mengawali pelaksanaan operasi zebran tahun 2018, yang akan di gelar mulai hari ini, 30 oktober hingga 12 nopember 2018 mendatang.

Kapolres menyatakan bahwa operasi kepolisian ini, juga di gelar di daerah bencana yakni di Polda NTB dan Polda Sulteng, namun di daerah tersebut di lakukan dengan cara yang berbeda yaitu dengan menempuh cara simpatik, membantu pemulihan penanganan pasca bencana dan bergabung dengan Satgas Tanggap bencana lainnya.

Dalam uraian selanjutnya, Kapolres mengatakan bahwa gelar pasukan ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya, yang di lakukan terkhusus di polres sragen. Hal ini untuk memaksimalkan, agar kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah di tetapkan, yakni menekan jumlah kecelakaan lalu lintas.

Untuk mencapai tujuan itu, Polres Sragen memberdayakan stake holder, supaya dapat mengambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas, dengan berkoordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggungjawab dalam membina dan memelihara kamseltibmas lantas, sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

Irjen Pol Drs Refdi Andri melalui Kapolres juga menguraikan amanat undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta resolusi PBB tentang Decade Of Action dan dijabarkan melalui Keppres Nomor 4 tahun 2011 tentang rencana umum nasional keselamatan lalu lintas (Runk) di tahun 2017 pemetintah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2017 tentang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

“Semua itu merupakan langkah kepedulian negara untuk, Mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Membangun Budaya tertib berlalu lintas. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, “ terang Kapolres. Keempat point tersebut, merupakan hal yang kompleks yang tidak bisa di tangani oleh Polantas sendiri.

Lebih dalam, Kapolres juga mengurai tentang kebijakan Nawacita Presiden RI yang di jabarkan dengan program Prioritas Kapolri yang di sebut Program Promoter ( Profesional, Modern dan Terpercaya), mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang baik, menyongsong penghujung tahun 2018, Kepolisian di dukung pula oleh para stake holder dengan melaksanakan Operasi “ZEBRA-2018” , juga sebagai upaya cipta kondisi operasi Lilin tahun 2018 dalam rangka pengamanan Natal tahun 2018 dan Tahun Baru 2019.

Tujuh sasaran dalam operasi zebra tersebut, sebagaimana di sampaikan Kapolres dalam apel ini diantaranya, pengemudi menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba / mabuk, serta pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang di tentukan.

Dalam keterangannya, Kapolres akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelanggar di tujuh point tersebut. Endingnya, Kapolres berharap terkhusus di kabupaten Sragen akan tercapai sebagaimana tujuan operasi zebra, yaitu meningkatkan disiplin masyarakat dalam erlalu lintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas, dan terwujudnya situasi Kamseltibcar lantas menjelang perayaan natal 2018 dan tahun baru 1 januari 2019.




LEPAS KENAL KEPALA SMP N 1 SUKODONO


  
Senin tanggal 29 Oktober 2018 pukul 09.30 wib s/d selesai bertempat di SMP N 1 Sukodono Danramil 13/Sukodono Kapten Arh Jumadiyono bersama Iptu Sutomo (Wakapolsek Sukodono) dan Serda Moch Rakhim (Bati Komsos ) menghadiri kegiatan Lepas Kenal SMPN 1 Sukodono dari Siswanto S.pd Mpd menjadi Drs. Jasmanto, MM sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Sukodono

Hadir dalam kegiatan 186 orang : Drs. Warjito M. Pd Pengawas Smp dari Dinas Pendidikan Kab Sragen, Muspika Sukodono/yang mewakili, Darnianto Sp Komite SMPN 1 Sukodono,Siswanto S. Pd Mpd kepala Sekolah lama, Drs. Jasmanto MM kepsek yang baru, KUPTD se Kec Sukodono/yang mewakili, Kepala Sekolah SMP / MTS se Kec Sukodono, Kades Ds. Majenang Sutamto, Guru dan Staf SMP N 1 Sukodono, Tamu Undangan dari SMP N 2 Mondokan Sragen Tomas Dk. Sekulak Ds. Majenang Kec. Sukodono. Susunan Acara Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesia Raya,      Do'a, Lap ketua panitia, Sambutan, Pesan kesan kepala Sekolah Lama, Penyerahan stempel, Pesan kesan kepala Sekolah baru, Penyerahan cindra mata, Penutup

Dalam sambutannya Kapten Arh Jumadiyono Danramil 13 Sukodono mengatakan Kami mewakili muspika Kec sukodono berterima kasih atas kerjasama yang baik sudah terjalin dalam hal apapun seperti kegiatan kesiswaan dan ketertiban,        Mudah-mudahan ditempat yang baru pak Siswanto dapat segera menyesuaikan dan untuk kepala sekolah yang baru kami mewakili Muspika untuk tetap menjalin silatutlrahmibyang baik ini, Semoga SMPN 1 Sukodono dapat lebih baik dan berkembang dalam segi apapun

Jabatan adalah amanah dan semua itu hanyalah titipan semoga teman-teman guru disini dapat mengikhlaskan pak Siswanto di tempat tugas yang baru semoga lebih bersemangat lagi dan dapat menerima pas Jaswanto untuk bersama-sama memajukan SMPN 1 Sukodono ini

Pesan dan Kesan Siswanto S. Pd,  M. Pd : Terima kasih untuk keluarga besar SMPN 1 Sukodono yang sudah bekerja sama dengan baik dalam saya menjabat disini dan terima kasih untuk semua bantuan baik dari segi moril dan materiel yang sudah di berikan kepada saya, Terima kasih untuk bapak-bapak muspika yang sudah memberikan banyak bantuan untuk SMPN 1 Sukodono ini dalam segala kegiatan di sini terima kasih juga untuk bapak ibu Komite yang sudah membantu dalam mengembangkan sekolah ini, Saya mohon maaf apabila dalam saya menjabat disini ada dari keluarga besar SMPN 1 Sukodono yang tidak berkenan dengan cara saya dalam menjalankan tugas, walaupun saya sudah tidak di sini saya mohon silaturahmi tetap di jaga semoga kita semua dapat bekerja dengan baik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.















 





































SEGUDANG MANFAAT TMMD UNTUK RAKYAT


  

Sragen, 31 Oktober 2018 TMMD reguler ke-103 TA 2018 Kodim Sragen sudah memasuki hari ke 17, artinya tinggal 13 hari TMMD ditutup. Pembangunan Cor jalan penghubung antara Ds.Sukorejo dan Dsn. Segagan sudah hampir selesai. Dalam pengerjaan cor jalan sepanjang 1200m tersebut dibagi menjadi 2 kelompok. 1 kelompok barat dan 1 kelompok timur, pengerjaan cor dimulai dari tengah tengah guna memudahkan angkut material. Saat berita diturunkan hari ini cor jalan bagian barat hari ini selesai, dan cor bagian timur diperkirakan 3 hari lagi selesai. 

Sebagian besar jalan cor sudah bisa digunakan masyarakat. Manfaat yang di hasilkan pun tak terbantahkan. Sebagai contoh ibu Tuminem alamat Dk. Pondok Ds. Sukorejo yang setiap harinya menggunakan jalan tersebut untuk ke kebun miliknya. Pagi pagi nenek berumur 70 th itu sudah berjalan kaki menuju kebun miliknya untuk memelihara tanaman cabai, singkong, kangkung, bayam, petai, sengon dan pohon durian serta mencari rumput dan daun daunan untuk pakan ternak. 

Nenek dengan 6 anak dan 12 cucu ini merasakan manfaat dari cor jalan tersebut. Biasanya dari rumah menuju kebun dengan berjalan kaki membutuhkan waktu 1 jam 15 menit, namun setelah dicor jika ke kebun bisa ditempuh dengan waktu 25 menit. "Riyen yen jawah lunyu pak, kulo sering Tibo sakniki mlampah kalih merem saget" kata Tuminem sambil tertawa. Yang artinya "dulu kalau hujan lewat jalan ini sering terpeleset pak, sekarang sambil tutup mata saja sampai". 

Ucapan terimakasih berkali kali dilontarkan oleh Tuminem, sambil mendoakan yang membangun jalan dan yang merelakan tanahnya untuk dibuat jalan agar diberikan pahala yang sebanyak banyaknya oleh Allah SWT. 




BABINSA SUKODONO IKUTI UPACARA SUMPAH PEMUDA KE 90




Senin Tanggal 29 Oktober 2018 mulai Pukul 07.30 - 08.30 Wib bertempat di Halaman Kantor Kec Sukodono  Serma Suwardi mewakili Danramil 13/Sukodono Kapten Arh Jumadiyono bersama Iptu Sutomo (Wakapolsek Sukodono) dan Sertu Joko Waliman (Babinsa Bendo) melaksanakan  Kegiatan Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90 Tahun 2018 sebagai Irup Drs Sumarso S. Pd KUPTD Pendidikan Kec. Sukodono, dihadiri : Muspika Sukodono/yang mewakili, KUPTD se Kec Sukodono, Kepala Desa beserta perangkat se Kec Sukodono, ASN sekitar 100 orang

Amanat Inspektur Upacara dari Menpora RI : Hari sumpah pemuda ke 90  ini mengambil tema*Bangun Pemuda Satukan Indonesia* yang di ambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk  melahirkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklhlak mulia, Sehat,  cerdas,kreatif,inovatif,mandiri,demokratis,bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar RI tahun 1945 dalam kerangka NKRI.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi informasi yang bersifat destruktif mulai hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme.

Tahun 2019 Bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar pesta demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu Pilpres, Pileg baik DPR RI, DPD RI, DPRD TK. I dan DPRD TK. ii. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses Pemilu nanti amat sangat di butuhkan. partisipasi aktif pemuda dalam Pemilu 2019 perlu di tingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas.






















RUMAH BARU JAMBAN BARU


  
Sragen, 30 Oktober 2018 Wawan (26 th) warga Dukuh Pondok Desa Sukorejo RT 09 Kec.Sambirejo mendapat batuan pembuatan jamban dirumah barunya. Alhamdulilah rumah saya yang belum sempat kami tinggali mendapatkan bantuan dari TMMD ke 103 Kodim 0725/ Sragen Kodam IV/ Dip tutur Wawan anak muda.

Kali ini pembuatan jamban juga mendapatkan bantuan dari anggota TMMD. Jamban dibuat dibelakang rumahnya dengan kedalaman 4 meter dan diameter 1 meter ini rencananya akan dibuat sekalian kamar mandi.

Kegiatan penggalian juga dibantu oleh tentangganya. Didukuh pondok ini masih kental dengan budaya gotong royong dan saling membantu sesama warga tanpa imbalan uang sebagai ciri manusia makluk sosial.

Mereka bekerja gotong royong tanpa mengharapkan imbalan atau bayaran dari pak wawan. Manfaat gotong royong yang dilakukan bersama ini akan memperingan pekerjaan dan mempercepat waktu pembuatan jamban.




SATGAS TMMD DAN WARGA KEBUT COR JALAN TMMD REG KE 103


  
Selasa 30 Oktober 2018, Sragen TMMD yang ke 103 yg digelar di desa Sukorejo Kec. Sambirejo Kab. Sragen warga ini tak ragu ragu bekerja dengan sepenuh hati demi cepat selesai pembangunan jalan desa Sukorejo tersebut.

Digelarnya program TMMD didesa di Sukorejo, Kec Sambirejo dengan sasaran pengecoran jalan dari Dk. Segagan tembus ke Ds.Sukorejo ini bagi salah satu warga bernama bpk. Wahyudi 38th warga gempol menuturkan kalau dirinya dan warga sangat-sangat mendukung program TMMD REG ke 103 wilayah ds. Sukorejo, Kec. Sambirejo,
Sragen.

Pengecoran jalan hal ini dibuktikan wahyudi  yg bekerja dengan kaki kosong (tanpa alas kaki() dan tanpa sarung tangan. Bpk. Wahyu juga tidak panasnya terik matahari dan memperdulikan kerasnya serbuk semen jika mengenai kulit kaki dan tangan kendati demikian bpk..wahyudi tampak begitu semangat dan antusias dalam pengecoran jalan sejauh 1.2 km tsb,  

Dengan harapan agar pengecoran jalan segera selesai dan warga dapat memanfaatkan jalan tersebut untuk aktivitas sehari hari. Terima kasih bapak bapak TNI yang sudah memberikan sumbangsih dari semuanya ( dari kegiatan fisik dan non fisik) bagi warga desa Sukorejo, mudah2an Allah  SWT membalas kebaikan bapak bapak TNI, AMIN, ujar bpk wahyudi.




TEMPAT PEMBUKAAN TMMD JADI WAHANA SELFIE REMAJA DAN ANAK-ANAK SEKOLAH


  
Sukorejo, 30 Oktober 2018 , Pembukaan TMMD Reg ke 103 di desa Sukorejo , Kec. Sambirejo, Kab.Sragen,Prov.Jawa Tengah telah berlalu namun ternyata eforianya masih terasa hingga saat ini. Fasilitas-fasilitas penunjang dalam kegiatan pembukaan TMMD masih tertapa rapi terpasang di beberapa lokasi TMMD.

Keindahan ornamen-ornamen yang menghiasi tempat peresmian dimulainya TMMD ternyata menarik perhatian bagi warga sekitar terutama remaja dan anak-anak sekolah. Terlihat seperti apa yang dilakukan oleh anak-anak desa Sukorejo yang akan berangkat ke sekolah, Mereka menyempatkan diri untuk berhenti sebentar di lokasi tempat peletakan batu pertama untuk sekedar berselfie. Mereka berfoto dengan berbagai macam gaya untuk kemudian di uploud di media sosial.

Kurniawan contohnya salah satu murid  SMP Sambirejo ini mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang karena desanya terlihat seperti desa wisata karena banyak terdapat ornamen-ornamen unik di sudut-sudut desa. 

Harapannya semoga dengan adanya TMMD ini akan membuat desanya lebih indah,rapi dan maju sehingga akan banyak warga desa lain yang berkunjung ke desanya sehingga akan membuat desanya lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas khususnya warga masyarakat Kab.Sragen.




Selasa, 30 Oktober 2018

SATGAS TMMD KE 103 BENTUK KARAKTER ANAK DENGAN MAIN KELERENG



Sragen 30 Oktober 2018 anggota Satgas Pendim TMMD Reguler ke 103 Kodim 0725/Sragen Serka Widodo dan Serda Idris menggunakan cara tersendiri untuk melakukan pendekatan pada anak Sekolah Dasar Desa Sukorejo Kec Sambirejo Kab Sragen ini dengan cara main kelereng.

Sambil membuat pemberitaan pelaksanaan TMMD ke 103 yang sedang berjalan, mereka mengajak bermain dengan anak Sekolah Dasar yang sedang jam istirahat disekolah, sembari bermain kelereng juga memberikan motifasi semangat belajar pelajaran disekolah.

Selain tugas pokok Pendim 0725/Sragen dalam penerangan atau pemberitaan sasaran fisik juga ada sasaran non fisik. Caranya untuk mendekati anak kecil ya kita juga masuk kedunia anak yang suka bermain, imbuhnya Serda Idris saat kami wawancarai.

Jadi dengan kita ikut bermain dengan anak, lebih mudah kita bisa meberikan motifasi dan semangat belajar. Secara tidak di sadari mereka, kita sudah menularkan tujuan yang tak kalah mulia membentuk karakter anak bangsa semangat belajar.






SOSIALISASI BENCAL OLEH BPBD KAB. SRAGEN DI DS. SUKOREJO


  
Selasa,30 Oktober 2018. Di Dalam kehidupan sehari hari manusia tidak dapat terlepas dengan kondisi alam tempat dirinya bertempat tinggal atau berdomisili. Terkadang Alampun tak jarang membuat kehidupan manusia menjadi terganggu pada saat alam sudah mengeluarkan sebuah peristiwa yang dinamakan Bencana Alam. 

Dalam Program TMMD Reg ke 103 Dim Sragen pun telah di canangkan tentang pentingnya menjaga Alam dan lingkungan di kehidupan manusia. Seperti yang di lakukan pada hari ini ( Selasa ) tanggal 30 Oktober 2018, Satgas TMMD Reg ke 103 memberikan penyuluhan Sosialisasi Bencana Alam di Balai Desa Sukorejo. 

Acara ini di hadiri oleh petugas dari BPBD kab. Sragen, Babinsa Ds Sambi Serma Heri, Babinkamtibmas Ds. Sambi Briptu Tri dan Pihak dari BPBD kab. Sragen yang di wakili oleh Bp. Yuliyanto(45) yang menjabat sebagai Sekretaris BPBD.

Narasumber pada acara tsb memberikan gambaran dan pengertian tentang bencana alam yang kemungkinan bisa terjadi setiap saat di Desa Sukorejo. Dirinya menuturkan "Untuk menghindari longsor yang sering terjadi di Sukorejo, salah satunya jangan mencetak sawah dan membuat kolam di lereng bukit yang dekat dengan pemukiman warga". 

Hal ini bertujuan agar apabila ada warga yang membuka sawah di dekat dengan pemukiman warga maka kemungkinan untuk terjadinya longsor besar terjadi. Hal inilah yang akan merugikan masyarakat sekitar dan membuat permasalahan baru yang bisa menimbulkan korban jiwa. 

Selain itu narasumber juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk berhati hati dan waspada  sebagai langkah pencegahan,  jangan sampai masyarakat menebang pohon sembarangan dan menebang pohon di lereng bukit.




MBAH SUGIMAN MINTA TMMD DIPERPANJANG


   

Selasa, 30/10/2018 Tadi malam di depan Balaidesa Sukorejo terlihat seorang TNI dan salah seorang masyarakat sedang duduk santai di warung soto dk. Segagan ds. Sukorejo, Kec. Sambirejo Sragen.

Nampak seorang TNI sedang asyik berbicara dengan seorang warga. Dialah Sertu Kadir (45) Salah seorang Satgas TMMD REG ke 103 TA.2018 Kodim 0725/ Sragen yang tengah duduk santai sembari minum teh hangat dirinya nampak akrab dengan salah seorang warga bernama Sugiman (55) warga Dk. Segagan, Ds. Sukorejo, Kec. Sambirejo, Sragen.

Sertu Kadir menuturkan kepada mbah Sugiman" Pak ini TMMD sudah berjalan setengah bulan lamanya nanti kalau embung sudah jadi, jalan cor sudah selesai di bangun dan lain lain saya bersama teman teman mau pamit pak kembali ke rumah masing-masing" Mendengar perkataan Sertu Kadir tersebut mbah Sugiman pun menjawab" Waduh pak nopo mboten saget di undur pak wangsule soale kulo remen e pak kaleh pak tentara teng mriki desone kulo dadi maju katah seng di bangun kaleh desone kulo seng jelas dadi tambah aman pak tentara". 

Satgas TMMD kali ini memang membuat seluruh lapisan masyarakat menjadi senang. Di karenakan banyak warga yang dulunya tidak tahu dan mengenal TMMD jadi mengerti apa Itu TMMD dan dapat lebih jauh mengenal tugas dan peran TNI. Hal ini membuat mereka ingin agar TMMD di perpanjang, Namun Demikian pengerjaan program pembangunan dalam TMMD memang berbatas waktu. Untuk itu setelah selesai nanti di harapak seluruh masyarakat Ds Sukorejo dapat menikmati hasil dari pembangunan TMMD dan tetap menjalin tali silaturahmi dengan Satgas TMMD di manapun berada. Karena TNI lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat, dan tidak dapat dipisahkan antara TNI dengan Rakyat, ujar Sertu Kadir.




<CENTER>RAKOOR PAM PEMILU TAHUN 2019</CENTER>

                                Pada tanggal 14 Desember 2018 pukul 09.00 - 10.40 Wib di Aula KPU Sragen telah dilaksanakan Rapat Koord...