Kamis, 11 Oktober 2018

GEGER SUMUR DI KALIJAMBE SRAGEN MENDADAK SEMBURKAN KOBARAN API. TANAMAN DI SEKITARNYA LANGSUNG MATI



Warga di Desa Bukuran, Kalijambe digemparkan dengan kemunculan sumber air yang menyemburkan gas. Tak hanya itu, air yang keluar juga terbakar ketika disulut api. Bahkan, kobaran api yang keluar terbilang cukup besar. Fenomena sumur dengan kobaran api itu muncul sekitar sebulan silam. Namun kembali menjadi perbincangan warga dua hari terakhir.

Salah satu perangkat desa Bukuran, Kirno (38) warga Grogolan RT 17, Bukuran, menuturkan sumur itu muncul di lahan warga Parlan, di Dukuh Sendang, RT 15, Desa Bukuran, Kalijambe. Sumur keluar api itu muncul ketika dilakukan pengeboran untuk pembuatan sumur proyek bantuan dari ESDM sebulan silam. Ia menuturkan awalnya Desa Bukuran dapat bantuan sumur gali untuk irigasi pertanian. Kemudian dari hasil pemetaan, diajukan tiga titik yang akan dibor.

Ternyata dari tiga titik itu, hanya satu titik yang bisa keluar air sedang yang dua titik lainnya gagal. Kontraktor yang mengebor sempat menyerah, akhirnya warga berinisiatif melanjutkan mengebor sendiri di sawah.“Nah saat mengebor di titik sawah Parlan itu kedalaman 70 meter. Lalu dites, airnya muncul tapi disumet keluar api. Kemarin saya iseng-iseng mengunggah videonya ke media sosial dan ramai lagi,” paparnya Senin (24/9/2018).
Menurutnya, saat pertama kali menyembur, air sempat bercampur bau menyengat seperti belerang. Karena memunculkan api besar, warga ketakutan sehingga untuk keselamatan sumur sementara ditutup. Karena dampak air bercampur api itu juga membuat tanaman di sawah sekitarnya ikut mati.

“Kalau semburan dan kobaran apinya lumayan besar. Karena ukuran pipanya empat dim. Sementara sumurnya ditutup sama yang punya sawah. Ia berharap fenomena sumur menyebur api itu bisa menjadi perhatian Pemkab dan kemudian mencarikan solusi lain untuk pembuatan sumur di titik lain.

Sebab, saat ini kondisi wilayahnya memang sangat kekeringan. Harapan warga, pihak ESDM tetap mengupayakan solusi dicarikan titik lain untuk dibuatkan sumur pengganti. “Ini kami mengajukan lagi 17 titik. Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian dan bisa direspon dari pihak ESDM,” tuturnya.

Kades Bukuran, Dimanto Tohak membenarkan fenomena itu. Menurutnya karena muncul api, proses pembuatan sumur dalam di lokasi itu sudah dihentikan dan kawasan sekitar sumur sudah ditutup. “Air yang muncul seperti ada minyaknya. Lokasi sumur di perkampungan dekat sawah. Tapi pengeboran tidak dilanjutkan karena kondisinya seperti itu. Air-minyak yang muncul berasa asin dan tidak layak konsumsi,” kata dia.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

<center>GERAKAN REMAJA MENJAUHI NARKOBA</center>

    Koramil 14 / Mondokan, pada hari Selasa tanggal 11 desember 2018 Serma Beni wahyudi dan Sertu Burhan menghadiri kegiatan Pelantikan ...